Kamis, Juli 23, 2026

Airlangga Dorong Komersialisasi Riset untuk Percepat Hilirisasi Industri Sawit

Must Read

Pemerintah mendorong hasil riset di sektor kelapa sawit tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat diadopsi industri guna mempercepat hilirisasi dan menciptakan produk bernilai tambah tinggi. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri sawit nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi terbarukan dan pengembangan industri berbasis biomassa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia harus mampu memanfaatkan kekuatan riset untuk melahirkan inovasi yang dapat dikomersialkan. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam transformasi industri sawit.

“Kegiatan ini tentu menjadi sangat penting karena riset, kebijakan dan juga investasi ini menjadi hal yang sangat penting apalagi para researcher-nya adalah dari perguruan tinggi di Indonesia. Karena Indonesia adalah produsen terbesar dari sawit maka wajar kalau para penelitinya berasal dari universitas-universitas terbaik di Indonesia,” ujar Airlangga saat menutup Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7).

Ia menegaskan hasil penelitian perlu didorong agar dapat diterapkan di sektor industri dengan tetap memberikan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual para peneliti. Menurutnya, komersialisasi inovasi akan mempercepat lahirnya produk hilir baru yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit nasional.

Data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjukkan industri kelapa sawit memberikan kontribusi sekitar 3,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2025. Sementara itu, nilai ekspor produk kelapa sawit mencapai US$30,87 miliar dengan volume 38,84 juta ton atau tumbuh 11,05% dibandingkan tahun sebelumnya.

Airlangga mengatakan implementasi mandatori Biodiesel 50 (B50) yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara riset, kebijakan, investasi, dan kapasitas industri. Ke depan, pemerintah ingin memperluas hilirisasi ke produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Menurutnya, pengembangan green diesel, bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku used cooking oil (UCO), hingga bensin sawit menjadi peluang baru bagi industri nasional untuk menarik investasi sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Selain pengembangan teknologi, pemerintah juga menilai peningkatan produktivitas perkebunan dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola yang berkelanjutan agar industri sawit Indonesia tetap kompetitif di pasar global.

Dalam ajang PERISAI 2026, pemerintah juga memberikan ruang bagi generasi muda melalui Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa yang diikuti peserta dari 40 perguruan tinggi. Sejumlah inovasi, termasuk pemanfaatan tandan buah segar (TBS) menjadi material anoda serta pengembangan polyurethane foam, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut oleh industri.

“Kami memberikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan atas konsistensinya menyelenggarakan dan menghadirkan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) sebagai sarana pertemuan antara riset, kebijakan, industri, dan investasi. Secara khusus, saya juga memberikan selamat kepada para pemenang mahasiswa yang membuat riset mengenai polyurethane foam dan membuat anoda dari TBS,” kata Airlangga.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha terus diperkuat agar inovasi yang dihasilkan mampu meningkatkan daya saing industri, memperbesar nilai tambah produk sawit, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pekebun di dalam negeri.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BELL Bidik Ekspansi Ekspor Lewat Inovasi Produk, Targetkan Pendapatan Tumbuh 8%

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) semakin agresif mengembangkan inovasi produk sebagai strategi untuk memperluas pasar sekaligus menjaga laju...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img