Senin, Juli 27, 2026

Kebersihan Digital Pascaputus Cinta Penting untuk Cegah Penguntitan Siber

Must Read

Berakhirnya sebuah hubungan tidak hanya menyisakan dampak emosional, tetapi juga dapat memunculkan risiko keamanan digital yang kerap luput dari perhatian. Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengingatkan bahwa berbagai akses digital yang pernah dibagikan dengan pasangan perlu segera diputus untuk mencegah potensi pelanggaran privasi hingga penguntitan digital.

Menurut Kaspersky, di era digital pasangan umumnya tidak hanya berbagi kehidupan sehari-hari, tetapi juga akun layanan digital, penyimpanan cloud, langganan bersama, hingga akses ke perangkat rumah pintar. Jika akses tersebut tidak dicabut setelah hubungan berakhir, mantan pasangan masih berpotensi melihat aktivitas pribadi atau bahkan memantau keberadaan seseorang.

Kaspersky mencontohkan kasus yang dibagikan konsultan hubungan Susan Winter. Salah satu kliennya diketahui masih memberikan akses ke akun layanan reservasi restoran OpenTable milik mantan pasangannya. Akses tersebut kemudian digunakan untuk memantau ke mana mantan pasangan pergi, kapan melakukan reservasi, hingga apakah ada orang baru yang menemaninya.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa ikatan digital yang tertinggal setelah putus hubungan dapat memicu kecemasan dan rasa diawasi, meski perpisahan berlangsung secara baik-baik.

Karena itu, Kaspersky menyarankan pengguna segera melakukan “kebersihan digital” dengan mengakhiri sesi login di seluruh aplikasi, mengganti kata sandi akun penting, memperbarui pengaturan autentikasi dua faktor, serta memastikan email dan nomor telepon pemulihan akun tidak lagi terhubung dengan mantan pasangan.

Perusahaan keamanan siber itu juga menyarankan pengguna memisahkan akun Apple maupun Google yang sebelumnya digunakan bersama, menghentikan layanan berbagi keluarga, meninjau ulang langganan digital, menghapus metode pembayaran yang tidak lagi relevan, hingga mencabut akses ke perangkat rumah pintar seperti kamera, bel pintu video, pelacak GPS, dan speaker pintar.

Selain itu, pengguna dianjurkan memeriksa kembali pengaturan privasi di media sosial dan layanan digital lainnya guna memastikan tidak ada akses yang masih terbuka.

Kaspersky juga menyoroti risiko penguntitan digital atau stalking melalui aplikasi tersembunyi. Untuk pengguna Android, perusahaan menyediakan fitur pendeteksi stalkerware, pemindai perangkat guna menemukan pelacak tersembunyi, serta kontrol izin aplikasi agar pengguna dapat mengetahui aplikasi mana yang berpotensi mengakses data pribadi secara berlebihan.

“Fase pasca selesai dari sebuah hubungan tidak secara otomatis memutuskan ikatan digital Anda: akses apa pun yang Anda berikan satu sama lain tetap menyala secara aktif sampai seseorang mematikannya secara manual. Sebagian besar waktu, tidak ada yang berencana untuk benar-benar mengeksploitasinya, namun hal itu masih dapat menyebabkan berbagai hal, mulai dari momen ketidaknyamanan hingga risiko nyata dilacak. Untuk itu sebagai pengguna kita harus tetap mengutamakan kewaspadaan dan menerapkan kebersihan digital bahkan di ruang lingkup pribadi sekalipun,” kata Kaspersky.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bank Saqu Bukukan Kredit Rp 8,6 Triliun, DPK Tembus Rp 8,9 Triliun pada Semester I 2026

Bank Saqu mencatat pertumbuhan bisnis yang solid hingga pertengahan 2026. Bank digital milik Astra Financial dan WeLab tersebut membukukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img