Senin, Oktober 19, 2026

Impor Indonesia Januari–Juli 2026 Tembus US$163,33 Miliar, Naik 19,94 Persen

Must Read

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang periode Januari–Juli 2026 mencapai US$163,33 miliar, naik 19,94 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan tren tersebut, nilai impor nonmigas turut mengalami kenaikan sebesar 16,78 persen menjadi US$137,56 miliar.

Sementara itu, khusus pada Juli 2026, nilai impor Indonesia tercatat sebesar US$26,09 miliar, atau naik 27,02 persen dibandingkan Juli 2025. Nilai impor nonmigas pada bulan yang sama juga mengalami peningkatan sebesar 23,83 persen menjadi US$22,33 miliar.

Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas selama Januari–Juli 2026, golongan mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya mencatatkan peningkatan tertinggi, yakni senilai US$3,86 miliar atau tumbuh 22,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, golongan kendaraan dan bagiannya justru mengalami penurunan terbesar, yakni senilai US$0,54 miliar atau turun 8,44 persen.

Selama Januari–Juli 2026, tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ke Indonesia adalah Tiongkok dengan nilai US$58,29 miliar (42,38 persen), disusul Jepang senilai US$7,71 miliar (5,61 persen), dan Australia senilai US$6,47 miliar (4,70 persen). Sementara itu, impor nonmigas dari negara-negara ASEAN tercatat sebesar US$19,98 miliar (14,52 persen), dan dari Uni Eropa sebesar US$8,75 miliar (6,36 persen).

Berdasarkan golongan penggunaan barang, seluruh kategori impor tercatat mengalami peningkatan selama Januari–Juli 2026. Kenaikan terbesar terjadi pada golongan bahan baku/penolong, yang naik US$19,79 miliar atau setara 20,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selanjutnya, golongan barang modal naik US$5,41 miliar (20,00 persen), sementara golongan barang konsumsi naik US$1,96 miliar (16,03 persen).

Meski nilai impor tercatat mengalami kenaikan signifikan, neraca perdagangan Indonesia selama Januari–Juli 2026 tetap mencatatkan surplus sebesar US$3,70 miliar. Surplus tersebut berasal dari sektor nonmigas yang mencatatkan surplus sebesar US$22,45 miliar, sementara sektor migas mengalami defisit sebesar US$18,75 miliar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Dari Uang Jajan hingga Transaksi Digital, Permata CERITA 2026 Bekali Remaja dengan Kecakapan Finansial

Memutuskan untuk membeli sesuatu atau menyimpan uang jajan mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi remaja yang mulai belajar mengelola uang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img