Senin, September 7, 2026

Fortinet Perkuat Bisnis Keamanan AI, Akuisisi Virtue AI

Must Read

Fortinet memperluas bisnis keamanan sibernya dengan mengakuisisi Virtue AI, perusahaan yang mengembangkan teknologi perlindungan runtime AI, validasi otomatis, serta keamanan untuk sistem AI otonom. Akuisisi ini menjadi bagian dari strategi Fortinet memperkuat solusi keamanan untuk perusahaan yang semakin agresif mengadopsi teknologi agentic AI.

Langkah tersebut sekaligus memperluas cakupan strategi Security for AI Fortinet. Melalui Virtue AI, Fortinet akan menambahkan kemampuan untuk mengamankan model AI, aplikasi, hingga autonomous agents sejak tahap pengembangan sampai digunakan dalam lingkungan produksi.

Fortinet melihat adopsi AI telah membuat permukaan serangan perusahaan semakin kompleks. Ancaman tidak lagi terbatas pada jaringan, endpoint, aplikasi, dan infrastruktur cloud, tetapi juga mencakup prompt, model, agent, tools berbasis Model Context Protocol (MCP), API, serta infrastruktur AI.

“AI pada dasarnya sedang mengubah komputasi enterprise, dan keamanan harus berkembang dengan kecepatan yang sama,” ujar Founder, Chairman of the Board, dan Chief Executive Officer Fortinet Ken Xie.

Menurut dia, teknologi Virtue AI akan memperkuat visi Fortinet mengenai continuous AI assurance dengan membantu pelanggan mengatur sekaligus melindungi sistem AI sepanjang siklus hidupnya.

Virtue AI membawa sejumlah kemampuan yang dinilai relevan dengan meningkatnya risiko keamanan AI. Salah satunya adalah red-teaming untuk sistem agentic AI yang dapat menguji autonomous agents di lebih dari 50 lingkungan sandbox dan 14 domain berisiko tinggi. Teknologi tersebut juga dapat melakukan simulasi serangan prompt injection serta serangan berbasis MCP.

Selain itu, Virtue AI menyediakan kemampuan pemantauan dan tata kelola agent serta tools AI. Teknologi ini memungkinkan perusahaan mengidentifikasi aplikasi maupun agent AI yang tidak disetujui, memindai tools MCP dan source code, memantau perilaku agent, serta memblokir tool call yang dinilai berbahaya sebelum dieksekusi.

Fortinet sebelumnya telah memperkenalkan FortiAIGate untuk melindungi large language models atau LLM dari berbagai ancaman, termasuk prompt injection, kebocoran data, model poisoning, dan konsumsi sumber daya secara berlebihan. Dengan akuisisi Virtue AI, perlindungan tersebut diperluas hingga keamanan AI pada tahap runtime.

Fortinet juga melihat peluang bisnis yang besar seiring pertumbuhan pasar keamanan AI. Mengutip Gartner, pasar untuk mengamankan ekosistem AI dan AI agents diperkirakan tumbuh dari US$2,8 miliar pada 2026 menjadi US$16,4 miliar pada 2030.

Fortinet menyatakan integrasi Virtue AI dengan portofolio keamanan yang sudah ada akan memungkinkan pelanggan memperoleh perlindungan terintegrasi di jaringan, endpoint, cloud, aplikasi, hingga lingkungan AI. Kemampuan tersebut akan dipadukan dengan threat intelligence dan enforcement dari FortiGuard Labs.

Adapun nilai transaksi akuisisi Virtue AI tidak diungkapkan. Fortinet menyebut nilai yang dibayarkan dalam transaksi tersebut tidak material terhadap bisnis perusahaan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Perkuat Hybrid Banking, Kredit Tembus Rp1.036 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat strategi hybrid banking dengan menggabungkan kanal digital dan layanan fisik. Strategi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img