Pagelaran Sabang Merauke – Hanya Indonesia Yang Punya berkolaborasi dengan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) menghadirkan 25 kostum etnik kontemporer karya 13 desainer Indonesia.
Kolaborasi yang menjadi bagian dari perhelatan tahun kelima Pagelaran Sabang Merauke ini sebelumnya tampil di atas panggung pada 21–23 Agustus 2026 dan kini kembali dapat dinikmati publik melalui Gaya Archive Chapter: 4 – Fashion Installation di Senayan City, Jakarta, yang berlangsung 18–27 September 2026.
Pagelaran Sabang Merauke yang digelar iForte dan Protelindo Group bersama BCA tersebut mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara” dan melibatkan sekitar 1.700 orang, termasuk 387 penari, 15 penyanyi nasional, musisi tradisional, paduan suara, serta orkestra. Selama lima pertunjukan, pagelaran ini disaksikan lebih dari 31.000 penonton.
Kolaborasi bersama IPMI mempertemukan karya para desainer seperti Ghea Panggabean, Chossy Latu, Didi Budiardjo, Sebastian Gunawan, Denny Wirawan, Liliana Lim, Ivan Gunawan, Era Soekamto, Priyo Oktaviano, Danny Satriadi, Mel Ahyar, Rama Dauhan, dan Eridani. Sebanyak 25 kostum dirancang khusus untuk para penyanyi dan penampil utama, di antaranya Raisa, PADI Reborn, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan, dan Alicia Hartono. Busana tersebut mengeksplorasi wastra, karakter daerah, serta identitas budaya Nusantara dalam interpretasi kontemporer yang mendukung karakter visual pertunjukan.
Melalui Gaya Archive Chapter: 4, sejumlah kostum yang sebelumnya dikenakan langsung oleh para penampil di panggung kini dipamerkan dalam format instalasi fashion.
Pengunjung dapat melihat lebih dekat detail dan karakter busana, termasuk kostum Srikandi karya Denny Wirawan yang dikenakan Raisa, kostum Daerah Istimewa Yogyakarta karya Rama Dauhan untuk PADI Reborn, kostum Dayang Sumbi karya Liliana Lim yang dikenakan Christine Tambunan, kostum Limbuk karya Mel Ahyar untuk Galabby, hingga kostum Papua karya Sebastian Gunawan yang dikenakan Yuyun Arfah. Hadir pula karya Ghea Panggabean, Chossy Latu, Danny Satriadi, Priyo Oktaviano, Didi Budiardjo, Era Soekamto, dan Ivan Gunawan yang merepresentasikan beragam karakter budaya Indonesia.
Kehadiran koleksi tersebut di Gaya Archive menjadi kelanjutan kolaborasi yang mempertemukan seni pertunjukan, mode, dan kekayaan budaya Indonesi




