PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) mulai menuai hasil dari strategi penguatan struktur pendanaan dan pengelolaan aset pada Semester I 2026. Pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) perseroan melonjak 54,44% secara tahunan menjadi Rp695 miliar.
Kinerja tersebut datang seiring dengan semakin kuatnya dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA). Hingga Semester I 2026, CASA KB Bank tumbuh 15,25% yoy menjadi Rp14,71 triliun. Rasio CASA pun mencapai 32,27%, tetap berada di atas level 30%.
Penguatan CASA menjadi salah satu faktor penting dalam perbaikan kinerja margin KB Bank. Net Interest Margin (NIM) perseroan meningkat menjadi 1,96% dari 1,33% pada Semester I 2025.
Kenaikan NIM menunjukkan adanya perbaikan dalam pengelolaan earning assets sekaligus struktur pendanaan perseroan. Dengan pertumbuhan dana murah yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit, KB Bank memiliki ruang untuk memperbaiki efisiensi struktur pendanaannya.
Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) KB Bank tumbuh 12,44% yoy menjadi Rp45,57 triliun. Sementara itu, total aset meningkat 12,71% yoy menjadi Rp86,11 triliun.
Dari sisi intermediasi, KB Bank menyalurkan kredit sebesar Rp44,97 triliun atau tumbuh 4,38% yoy. Pertumbuhan kredit yang lebih moderat dibandingkan pertumbuhan DPK menunjukkan perseroan masih menerapkan pendekatan selektif dalam ekspansi pembiayaan.
Strategi tersebut juga dibarengi dengan perbaikan kualitas aset. Loan at Risk (LAR) KB Bank turun menjadi 21,93% pada Semester I 2026, dari 24,45% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kualitas aset dan keberlanjutan kinerja.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis KB Bank melalui pertumbuhan yang terarah, penguatan struktur pendanaan, peningkatan kualitas aset, serta perbaikan kemampuan Bank dalam menghasilkan pendapatan,” ujar Kunardy.
Ia menambahkan, strategi perseroan dijalankan secara selektif dan terukur untuk membangun fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Kami berharap penguatan fundamental ini dapat menjadi landasan bagi KB Bank untuk terus meningkatkan kontribusi kepada nasabah dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Ke depan, KB Bank akan melanjutkan penguatan struktur pendanaan dan kualitas portofolio kredit. Perseroan juga akan mengembangkan kapabilitas bisnis dengan dukungan dan sinergi bersama KB Financial Group (KBFG).
Agenda transformasi KB Bank juga berjalan beriringan dengan persiapan pembentukan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) dan rencana penerbitan obligasi global. Laporan keuangan Semester I 2026 telah melalui proses audit untuk mendukung kebutuhan tersebut sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas perseroan.




