PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengambil bagian dalam pembiayaan sindikasi senilai sekitar Rp10,39 triliun untuk refinancing aset Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Elevated atau Jalan Layang MBZ yang dikelola PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC).
Dalam fasilitas tersebut, PT SMI berpartisipasi sebesar Rp4 triliun yang terdiri atas pembiayaan konvensional Rp3,2 triliun dan pembiayaan syariah Rp800 miliar. Fasilitas ini memiliki jangka waktu pembiayaan hingga 15 tahun.
Selain berperan sebagai pemberi fasilitas, PT SMI juga bertindak sebagai salah satu Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB). Peran tersebut mencakup pengaturan, koordinasi, dan dukungan terhadap proses penghimpunan pembiayaan dari peserta sindikasi.
Penandatanganan Perjanjian Kredit Sindikasi dan Perjanjian Line Facility dilakukan pada 24 September 2026 di Cipayung, Jakarta Timur. Penandatanganan dihadiri jajaran manajemen PT SMI, PT JJC, serta perwakilan bank peserta sindikasi.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi PT SMI Adi Pranasatrya mengatakan struktur pembiayaan jangka panjang tersebut disiapkan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan aset infrastruktur yang memiliki peran penting terhadap konektivitas ekonomi.
“Melalui fasilitas ini, PT SMI mendukung keberlanjutan pengelolaan Jalan Tol MBZ yang memiliki peran penting dalam konektivitas koridor Jakarta–Cikampek. Kombinasi pembiayaan konvensional dan syariah juga mencerminkan upaya PT SMI dalam menyediakan alternatif pembiayaan yang semakin beragam bagi sektor infrastruktur,” ujar Adi.
Jalan Layang MBZ memiliki panjang sekitar 36,4 kilometer dan menjadi salah satu jalur alternatif pada koridor Jakarta–Cikampek. Ruas ini juga memiliki keterkaitan langsung dengan kawasan industri Bekasi, Cikarang, dan Karawang yang menjadi salah satu pusat aktivitas industri dan logistik nasional.
Dengan posisi tersebut, keberlanjutan operasional Jalan Layang MBZ tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga kelancaran distribusi barang dan konektivitas menuju jaringan Jalan Tol Trans Jawa.
Direktur Utama PT JJC Mirza Nurul Handayani mengatakan dukungan pembiayaan sindikasi menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur pembiayaan jangka panjang perusahaan sekaligus menjaga kualitas layanan jalan tol.
“Jalan Layang MBZ memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran pergerakan logistik pada koridor Jakarta–Cikampek. Karena itu, keberlanjutan pengelolaan dan kualitas layanan ruas ini menjadi perhatian utama kami. Struktur pembiayaan jangka panjang ini mendukung kami dalam menjaga keberlangsungan layanan tersebut,” ungkap Mirza.
Bagi PT SMI, transaksi tersebut sekaligus memperkuat fungsi perseroan sebagai katalis pembangunan infrastruktur nasional. Pembiayaan terhadap Jalan Tol MBZ diarahkan untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur konektivitas yang mendukung aktivitas ekonomi.
PT SMI menyebut dukungan tersebut sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat konektivitas dan pembangunan infrastruktur. Pembiayaan ini juga dikaitkan dengan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 terkait industri, inovasi, dan infrastruktur.




