Meningkatnya kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (AI) mendorong permintaan terhadap infrastruktur pusat data berkapasitas besar, termasuk sistem pendinginan berkinerja tinggi. Vertiv (VRT), penyedia infrastruktur digital kritis global, memperkuat portofolio teknologinya melalui Vertiv™ CoolChip CDU 2300 berkapasitas 2,3 megawatt (MW) yang meraih kualifikasi NVIDIA DSX Ready.
Vertiv mengklaim perangkat tersebut menjadi unit distribusi cairan pendingin (coolant distribution unit/CDU) pertama yang secara khusus memenuhi kualifikasi NVIDIA DSX Ready. Perusahaan juga termasuk penyedia awal solusi CDU dalam program tersebut, yang dirancang untuk membantu pengembang AI factory mengidentifikasi produk infrastruktur daya dan pendinginan sesuai persyaratan NVIDIA DSX.
Pencapaian ini mencerminkan meningkatnya peran sistem pendinginan dalam pengembangan pusat data AI. Semakin tinggi kepadatan komputasi, semakin besar pula kebutuhan untuk mengelola panas agar kinerja server dan kapasitas operasional fasilitas tetap terjaga.
Chief Product and Technology Officer Vertiv Scott Armul mengatakan, perkembangan AI membuat perencanaan infrastruktur pusat data harus dilakukan secara terpadu, bukan dengan mengembangkan setiap sistem secara terpisah.
“Keputusan terkait komputasi, daya, dan pendinginan tidak lagi dapat dibuat secara terpisah. Keterbatasan pada salah satu sistem tersebut dapat membatasi kinerja dan kapasitas produktif seluruh fasilitas,” ujar Armul.
Dia menambahkan, program NVIDIA DSX Ready memberikan acuan yang lebih konsisten bagi pelanggan dalam mengevaluasi komponen infrastruktur kritis sebagai bagian dari desain pusat data secara menyeluruh.
Vertiv CoolChip CDU 2300 merupakan bagian dari portofolio sistem pendinginan liquid-to-liquid perusahaan. Perangkat ini mengatur aliran dan suhu cairan pendingin untuk membuang panas dari sistem komputasi berkepadatan tinggi, serta mendukung teknologi direct-to-chip dan rear-door heat exchanger.
Sistem tersebut dirancang untuk dipasang di ujung barisan rak server atau di sepanjang perimeter ruangan, sehingga dapat diterapkan sesuai kebutuhan desain fasilitas pusat data.
Di tengah ekspansi infrastruktur AI, pengembang AI factory menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain kemampuan komputasi, ketersediaan daya, sistem pendinginan, pasokan air, lokasi fasilitas, dan kapasitas jaringan listrik turut menentukan kelayakan pengembangan pusat data berskala besar.
NVIDIA DSX AI Factory Platform dirancang untuk mengintegrasikan komputasi, jaringan, daya, pendinginan, fasilitas, dan perangkat lunak dalam satu sistem. Pendekatan ini membantu mitra merancang serta mengoperasikan AI factory dengan mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dan kebutuhan operasional.
Melalui program NVIDIA DSX Ready, produk tertentu dievaluasi berdasarkan persyaratan NVIDIA DSX yang berlaku. Khusus untuk CDU, proses tersebut menggunakan NVIDIA CDU self-qualification suite untuk menentukan pemenuhan persyaratan fungsional produk.
Meski telah memperoleh kualifikasi, kesesuaian perangkat tetap perlu dievaluasi berdasarkan kebutuhan setiap proyek. Vertiv menegaskan bahwa kualifikasi tersebut tidak menggantikan proses rekayasa yang diperlukan untuk menyesuaikan produk dengan desain fasilitas, konfigurasi sistem, dan kebutuhan operasional pelanggan.
Armul mengatakan, pencapaian tersebut sejalan dengan fokus Vertiv dalam menyediakan komponen infrastruktur termal, keahlian rekayasa, dan dukungan sepanjang siklus hidup untuk membantu pelanggan mengelola infrastruktur AI yang semakin kompleks.
Dengan kebutuhan komputasi AI yang terus berkembang, sistem pendinginan berkapasitas besar menjadi salah satu komponen penting dalam perencanaan pusat data generasi baru. Bagi Vertiv, penguatan teknologi CDU menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan infrastruktur yang mampu mendukung kepadatan komputasi lebih tinggi sekaligus menjaga keandalan operasional fasilitas.




