Bank Indonesia (BI) memperkirakan aktivitas dunia usaha di Indonesia tetap tumbuh positif pada triwulan IV 2026, meskipun indikator kegiatan usaha diproyeksikan sedikit melandai dibandingkan triwulan sebelumnya. Momentum Natal dan libur akhir tahun diperkirakan menjadi salah satu penopang aktivitas sejumlah sektor ekonomi.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan IV 2026 diprakirakan mencapai 10,77%.
Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan III 2026 yang mencapai 11,46%. Kendati demikian, angka tersebut masih mencerminkan ekspektasi pelaku usaha terhadap kegiatan ekonomi yang tetap berada dalam tren positif.
Dalam siaran pers Bank Indonesia pada Senin (19/10/2026), Ramdan menyatakan, “Responden memprakirakan kegiatan usaha pada triwulan IV 2026 tetap tumbuh positif dengan SBT sebesar 10,77%.”
BI memperkirakan peningkatan kegiatan usaha pada triwulan IV 2026 terutama terjadi di sektor transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, real estat, serta jasa perusahaan. Sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, juga diperkirakan mencatatkan peningkatan kinerja.
Aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun menjadi salah satu faktor yang mendukung prospek tersebut. Peningkatan mobilitas dan kegiatan konsumsi berpotensi menopang permintaan terhadap jasa transportasi, perdagangan, serta sektor-sektor pendukung lainnya.
Meski prospek akhir tahun diperkirakan tetap positif, hasil survei BI juga menunjukkan adanya perbedaan dinamika antarkuartal. Pada triwulan III 2026, seluruh lapangan usaha tercatat memiliki kinerja positif dengan SBT sebesar 11,46%.
Peningkatan kinerja pada periode tersebut terutama ditopang industri pengolahan. Sejumlah sektor lain yang juga mencatatkan perbaikan meliputi administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, pengadaan listrik dan gas, konstruksi, serta real estat.
Kinerja tersebut turut tercermin pada tingkat pemanfaatan kapasitas produksi. BI mencatat kapasitas produksi terpakai pada triwulan III 2026 mencapai 73,75%.
Sejumlah lapangan usaha mengalami peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi, terutama industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. Kondisi ini memperlihatkan aktivitas produksi pada beberapa sektor masih terjaga selama triwulan III 2026.
Dari sisi keuangan, BI juga mencatat kondisi dunia usaha secara umum membaik, khususnya pada aspek likuiditas dan rentabilitas. Sementara itu, akses kredit bagi pelaku usaha tetap mudah.
Kondisi keuangan yang membaik dan akses pembiayaan yang relatif mudah dapat mendukung keberlangsungan operasional perusahaan. Namun, perkembangan kegiatan usaha pada triwulan IV 2026 masih perlu dicermati seiring perubahan permintaan dan realisasi aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.
Dengan proyeksi SBT sebesar 10,77%, BI memperkirakan kegiatan dunia usaha tetap mempertahankan pertumbuhan positif pada penghujung 2026. Perkembangan sektor perdagangan, transportasi, komunikasi, dan jasa akan menjadi bagian penting dalam mencermati realisasi aktivitas ekonomi selama periode Natal dan libur akhir tahun.




