Selasa, Oktober 27, 2026

Antisipasi Geopolitik, Pemerintah Bangun Storage Crude untuk Pangkas Risiko Impor Energi

Must Read

Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah atau crude oil storage di dalam negeri untuk memperkuat ketahanan energi dan memangkas rantai pasok impor. Infrastruktur tersebut ditargetkan memungkinkan minyak mentah dari negara pemasok dikirim langsung ke Indonesia tanpa harus singgah di negara lain.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, fasilitas penyimpanan akan dibangun oleh Badan Layanan Umum (BLU) bersama sejumlah perusahaan mitra. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menghadapi ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi mengganggu pasokan energi.

“Crude kita juga nanti kita akan membangun storage di sini. Nanti BLU dengan beberapa perusahaan yang sudah melakukan kerja sama akan membangun storage. Supaya kalau kita impor crude, tidak lagi mampirin negara A, negara B, negara C, langsung ke Indonesia,” ujar Bahlil seusai konferensi pers mengenai ketahanan energi nasional, Senin (26/10/2026).

Pembangunan fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan pasokan minyak mentah impor sekaligus mengurangi ketergantungan pada jalur pengiriman yang melibatkan negara perantara. Dengan pengiriman langsung ke Indonesia, pemerintah berharap proses pengadaan dan penerimaan minyak mentah dapat berjalan lebih efisien.

Rencana tersebut berjalan beriringan dengan penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 107 Tahun 2026 yang mengubah mekanisme pengadaan minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG). Melalui aturan ini, pengadaan energi dari luar negeri dapat dilakukan melalui kerja sama antarpemerintah (government-to-government/G2G) dan pemerintah dengan badan usaha (government-to-business/G2B).

Perubahan mekanisme tersebut memberikan peran lebih besar kepada pemerintah dalam menentukan sumber pasokan dan mengoordinasikan pengadaan melalui BLU. Sementara itu, pembangunan storage di dalam negeri ditujukan untuk mendukung kesiapan infrastruktur penerimaan minyak mentah yang dibeli dari negara pemasok.

Langkah antisipasi ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah menyiapkan berbagai skenario menghadapi gejolak global, termasuk kemungkinan terburuk yang dapat memengaruhi ketersediaan energi nasional. Saat ini, Indonesia masih mengimpor minyak mentah meskipun pasokannya tidak lagi berasal dari kawasan Timur Tengah.

Selain membangun infrastruktur penyimpanan, pemerintah juga berupaya mengamankan pasokan melalui kontrak jangka panjang. Bahlil dijadwalkan mengunjungi sejumlah negara, termasuk India dan China, untuk menjajaki kerja sama dan memperoleh kepastian pasokan energi bagi kebutuhan domestik.

Strategi tersebut mencerminkan upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi melalui kombinasi diversifikasi pemasok, pengadaan yang lebih terkoordinasi, dan pembangunan infrastruktur. Kepastian pasokan menjadi penting agar kebutuhan kilang nasional tetap terpenuhi ketika terjadi perubahan kondisi pasar atau gangguan jalur distribusi internasional.

Bahlil turut menegaskan bahwa pemerintah berupaya menjaga kecukupan cadangan BBM dan mempertahankan harga BBM bersubsidi di tengah ketidakpastian global.

“Rakyat Indonesia, tenang. Insyaallah saya akan memberikan jaminan, atas arahan dan perintah Presiden Prabowo, bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi. Saya diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang,” kata Bahlil.

Ia menyebut berbagai langkah tersebut sebagai upaya bertahan menghadapi tekanan eksternal yang dapat memengaruhi pasokan energi Indonesia.

“Ini survival mode,” tegasnya.

Meski demikian, pembangunan storage perlu diikuti kejelasan kapasitas penyimpanan, jadwal realisasi proyek, dan integrasi dengan fasilitas kilang maupun terminal distribusi. Kepastian kontrak pasokan serta efisiensi biaya pengiriman juga akan menentukan sejauh mana strategi ini mampu mengurangi risiko gangguan pasokan.

Pemerintah berharap penguatan infrastruktur penyimpanan dan perubahan skema pengadaan dapat meningkatkan keandalan pasokan minyak mentah, BBM, dan LPG. Dengan demikian, ketidakpastian geopolitik global diharapkan tidak sampai mengganggu pemenuhan kebutuhan energi masyarakat maupun keberlangsungan kegiatan industri di dalam negeri.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Ubah Skema Impor Minyak dan LPG, Tender Pertamina Diganti G2G dan G2B

Pemerintah mengubah mekanisme pengadaan minyak mentah (crude oil), bahan bakar minyak (BBM), dan liquefied petroleum gas (LPG) dari luar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img