Jumat, Oktober 30, 2026

GoTo Bukukan Laba Rp1,16 Triliun, Pendapatan Tumbuh 24,5%

Must Read

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menaikkan target EBITDA yang disesuaikan atau adjusted EBITDA sepanjang 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun. Revisi target tersebut dilakukan seiring dengan perbaikan kinerja keuangan perseroan yang berhasil mencatatkan laba bersih hingga kuartal III-2026.

Hingga September 2026, GoTo membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,16 triliun. Pencapaian ini berbalik dari rugi bersih Rp775,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif tersebut didukung pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 24,5% secara tahunan menjadi Rp16,55 triliun, dibandingkan Rp13,3 triliun pada Januari-September 2025.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan, perseroan mampu mempertahankan profitabilitas selama tiga kuartal berturut-turut meskipun menghadapi berbagai tantangan bisnis.

“Pada kuartal ketiga 2026, GOTO kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut,” ujar Hans dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Pada kuartal III-2026 saja, GoTo mencatatkan laba bersih Rp441 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan juga tumbuh 17% menjadi Rp5,6 triliun, sedangkan adjusted EBITDA meningkat 84% menjadi Rp950 miliar.

Dengan pencapaian tersebut, manajemen menaikkan proyeksi adjusted EBITDA 2026 dari sebelumnya Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun.

Dari sisi operasional, nilai transaksi bruto inti atau core gross transaction value (GTV) inti GoTo melonjak 89% secara tahunan menjadi Rp194 triliun pada kuartal III-2026. Jumlah pengguna bertransaksi tahunan atau annual transacting users (ATU) juga meningkat 16% menjadi 72,5 juta pengguna.

Penguatan kinerja operasional tersebut turut tercermin dari arus kas perseroan. GoTo membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi sebesar Rp2,50 triliun, sementara adjusted free cash flow meningkat 389% menjadi Rp1,21 triliun.

Hans menegaskan, perseroan akan mempertahankan disiplin operasional dan pengelolaan modal untuk menjaga kualitas fundamental bisnis.

“GoTo tetap berfokus pada disiplin operasional dan alokasi modal untuk menjaga fundamental bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,” katanya.

Berdasarkan segmen usaha, bisnis teknologi finansial melalui GoPay mencatatkan pertumbuhan signifikan. Adjusted EBITDA segmen fintech mencapai Rp550 miliar pada kuartal III-2026 atau melonjak 304% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan bersih segmen fintech juga meningkat 49% secara tahunan menjadi Rp2,3 triliun. Adapun segmen layanan sesuai permintaan atau on-demand services yang mencakup bisnis Gojek membukukan pendapatan Rp3,3 triliun.

Peningkatan kontribusi bisnis fintech dan pertumbuhan transaksi menjadi bagian dari penguatan kinerja GoTo. Dengan kenaikan target EBITDA, perseroan membidik keberlanjutan tren profitabilitas hingga penutupan 2026.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

MR DIY Perluas 202 Gerai, Transaksi Pelanggan Tumbuh 23,3% hingga September 2026

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) terus memperkuat ekspansi jaringan gerai MR DIY di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img