Jumat, Oktober 30, 2026

Bisnis Laboratorium Menguat, Pendapatan Prodia Tembus Rp1,71 Triliun

Must Read

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga kuartal III-2026, ditopang peningkatan volume pemeriksaan dan kunjungan pelanggan. Perseroan membukukan laba bersih Rp125,9 miliar, tumbuh 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp114,5 miliar.

Peningkatan kinerja tersebut turut didukung pertumbuhan pendapatan sebesar 8,3 persen menjadi Rp1,71 triliun dari sebelumnya Rp1,58 triliun. Direktur Utama Prodia Liana Kuswandi mengatakan, pendapatan kumulatif selama sembilan bulan pertama tahun ini merupakan pencapaian tertinggi perseroan dalam lima tahun terakhir.

“Pencapaian hingga Kuartal III 2026 menjadi momentum bagi kami untuk mendorong pertumbuhan yang berkualitas,” katanya dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Kamis (29/10/2026).

Dari sisi operasional, Prodia mencatatkan volume pemeriksaan lebih dari 15 juta tes hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat 12,8 persen secara tahunan. Sementara itu, kunjungan pelanggan juga mengalami peningkatan di seluruh segmen bisnis.

Liana menyebutkan, kontribusi segmen rujukan dokter dan klien korporasi menjadi penopang utama kinerja perseroan. Pertumbuhan volume pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian dari strategi Prodia untuk meningkatkan pendapatan per kunjungan dan mempertahankan kualitas pertumbuhan bisnis.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, EBITDA Prodia turut tumbuh 9,7 persen menjadi Rp340,2 miliar hingga kuartal III-2026. Capaian ini menunjukkan penguatan profitabilitas di tengah peningkatan aktivitas layanan pemeriksaan kesehatan.

Ke depan, perseroan akan mengoptimalkan potensi pertumbuhan melalui penguatan hubungan dengan pelanggan dan pengembangan layanan pemeriksaan baru. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan frekuensi kunjungan sekaligus mempertahankan pelanggan.

“Prodia akan terus memperkuat strategi Perseroan melalui peningkatan efektivitas customer engagement untuk mendorong frekuensi kunjungan dan retensi pelanggan, serta mempercepat adopsi tes-tes baru agar dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan,” tutur Liana.

Untuk mendukung ekspansi operasional, Prodia telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp57,6 miliar hingga kuartal III-2026. Realisasi tersebut masih sekitar 38,4 persen dari total anggaran capex 2026 yang ditetapkan sebesar Rp150 miliar.

Belanja modal tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan mengembangkan kapasitas layanan. Investasi ini menjadi bagian dari upaya perseroan mengantisipasi peningkatan permintaan pemeriksaan kesehatan.

Dari sisi neraca keuangan, total aset Prodia mencapai Rp2,62 triliun. Liabilitas perseroan meningkat 0,4 persen menjadi Rp269 miliar, sementara total ekuitas tumbuh 1,7 persen menjadi Rp2,35 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

MR DIY Perluas 202 Gerai, Transaksi Pelanggan Tumbuh 23,3% hingga September 2026

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) terus memperkuat ekspansi jaringan gerai MR DIY di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img