PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mencatatkan lonjakan kinerja operasional hingga kuartal III-2026. Laba usaha perseroan tumbuh 81,6% menjadi Rp559 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp308 miliar.
Peningkatan laba usaha tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai Rp8,2 triliun hingga September 2026. Angka ini naik 27,6% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,4 triliun.
Pertumbuhan bisnis Lautan Luas ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta harga jual yang menguntungkan pada industri kimia dan air. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih perseroan sebesar 63,1% menjadi Rp196 miliar dari sebelumnya Rp120 miliar.
Head of Investor Relations, Corporate Communications and ESG Lautan Luas, Eurike Hadijaya, mengatakan pertumbuhan kinerja tidak hanya tercermin dari pendapatan dan laba bersih, tetapi juga sejumlah indikator operasional dan keuangan.
“Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga kuartal III-2026 didukung oleh peningkatan volume penjualan serta harga jual yang menguntungkan. Kami juga mencatat perkembangan positif pada sejumlah indikator kinerja operasional dan keuangan,” ujar Eurike dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).
Selain laba usaha, EBITDA Lautan Luas juga meningkat menjadi Rp665 miliar dari Rp421 miliar pada kuartal III-2025. Perseroan turut mencatatkan kenaikan margin laba kotor menjadi 18,5%, dibandingkan sebelumnya 15,7%.
Dari sisi struktur bisnis, segmen distribusi masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 49% terhadap pendapatan. Sementara itu, segmen manufaktur menyumbang 45% dan segmen pendukung serta jasa berkontribusi 6%.
Di tengah ekspansi usaha, Lautan Luas juga memperlihatkan perbaikan struktur keuangan. Rasio net debt terhadap EBITDA turun menjadi 1,32 kali dari 2,36 kali pada periode yang sama tahun lalu. Adapun rasio EBITDA terhadap beban bunga bersih meningkat menjadi 7,54 kali dari 4,84 kali.
Efisiensi pengelolaan modal kerja juga tercermin dari siklus modal kerja atau working capital cycle (WCC) yang memendek menjadi 52 hari dari 56 hari pada kuartal III-2025. Sementara itu, rasio lancar perseroan tercatat sebesar 1,15 kali.
Pada akhir September 2026, total aset Lautan Luas mencapai Rp7,8 triliun, meningkat dari Rp6,7 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan aset tersebut terutama berasal dari kenaikan piutang usaha dan persediaan seiring meningkatnya aktivitas penjualan.
Perseroan juga telah menjadwalkan pembayaran obligasi yang jatuh tempo pada November 2026. Ke depan, Lautan Luas akan mengoptimalkan bisnis distribusi, manufaktur, serta segmen pendukung dan jasa untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.
Pengelolaan modal kerja dan keuangan tetap menjadi fokus perseroan untuk menjaga efisiensi operasional, mempertahankan kinerja keuangan, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis.




