Sabtu, Oktober 31, 2026

Penjualan Komponen Mobil Melonjak 31,3%, DRMA Kantongi Pendapatan Rp5,1 Triliun

Must Read

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan pendapatan sebesar Rp5,1 triliun sepanjang Januari-September 2026. Capaian tersebut tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,4 triliun, ditopang peningkatan permintaan komponen di seluruh segmen bisnis otomotif.

Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bersih perseroan. DRMA mencatatkan laba sebesar Rp487,6 miliar hingga kuartal III-2026, naik 13,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp428,1 miliar pada periode yang sama 2025.

President Direktur Dharma Polimetal Irianto Santoso mengatakan, peningkatan kinerja perseroan tidak hanya ditopang satu lini bisnis, melainkan terjadi secara merata di seluruh segmen.

“Hal yang lebih menggembirakan adalah bahwa peningkatan penjualan dobel digit tersebut terjadi pada setiap segmen bisnis DRMA. Pertumbuhan permintaan pada industri otomotif yang terjadi sejak paruh pertama 2026 telah mendorong peningkatan permintaan komponen,” kata Irianto dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Segmen kendaraan roda dua (2W) masih mendominasi struktur pendapatan DRMA dengan kontribusi sebesar 59%. Penjualan dari segmen ini mencapai Rp3 triliun, meningkat 10,4% YoY. Kenaikan tersebut didorong oleh bertambahnya volume produk yang terjual.

Adapun segmen kendaraan roda empat (4W) mencatatkan pertumbuhan paling tinggi. Pendapatan segmen ini mencapai Rp1,3 triliun, melesat 31,3% YoY seiring peningkatan volume penjualan komponen.

Sementara itu, segmen lain-lain membukukan pendapatan Rp791,7 miliar atau tumbuh 16,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ketiga segmen tersebut memperlihatkan momentum pertumbuhan permintaan komponen otomotif yang masih berlanjut hingga kuartal III-2026.

DRMA Bidik Pertumbuhan dari Ekosistem Kendaraan Listrik

Di tengah peningkatan permintaan komponen kendaraan konvensional, DRMA juga memperluas bisnis ke sektor kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Perseroan mengembangkan portofolio produk yang mencakup battery energy storage system (BESS), teknologi pengisian daya cepat (fast charging), serta komponen pendukung kendaraan listrik.

Untuk memperkuat kapabilitas di sektor tersebut, DRMA menjalin kerja sama dengan Minth Group. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas solusi komponen EV sekaligus memperkuat posisi perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan industri kendaraan listrik.

Diversifikasi bisnis tersebut menjadi bagian dari strategi DRMA untuk mengurangi ketergantungan pada segmen kendaraan konvensional sekaligus membuka sumber pendapatan baru dalam jangka panjang.

Dengan pertumbuhan penjualan di seluruh segmen dan pengembangan bisnis kendaraan listrik, DRMA optimistis dapat mempertahankan momentum kinerja positif hingga akhir tahun. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit sepanjang 2026, sejalan dengan strategi pengembangan produk dan peningkatan kapasitas bisnis secara berkelanjutan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pendapatan Berulang Dominasi Bisnis Paradise Indonesia, Laba Bersih Capai Rp170 Miliar

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia membukukan pendapatan Rp1,3 triliun hingga September 2026, dengan lebih dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img