Keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan hunian di perkotaan mendorong pengembang mencari solusi desain yang lebih efisien. Salah satunya melalui konsep mezzanine yang memungkinkan pemanfaatan ruang secara vertikal untuk menghadirkan fungsi tambahan tanpa memperluas luas bangunan.
Tren tersebut mulai berkembang di sektor hunian co-living. Cove, penyedia hunian co-living modern berbasis komunitas, mencatat jumlah kamar mezzanine dalam jaringan propertinya meningkat 65% sepanjang 2026. Tipe kamar ini juga mencatat rata-rata tingkat okupansi sebesar 80%.
Country Director of Investment Cove Rizky Kusumo mengatakan, mezzanine menjadi alternatif bagi penghuni yang membutuhkan ruang lebih luas untuk beraktivitas tanpa harus menyewa kamar dengan ukuran lebih besar.
“Desain kamar mezzanine itu tidak hanya cantik secara visual, tapi juga memberikan ruang tambahan, terutama dalam konteks kamar co-living. Dengan mezzanine, penghuni mendapatkan zona terpisah untuk berbagai kegiatan, tanpa harus naik ke tipe kamar yang lebih tinggi,” ujar Rizky.
Dalam waktu kurang dari tiga tahun, jumlah kamar mezzanine di jaringan Cove telah tumbuh lebih dari lima kali lipat. Dari total kamar mezzanine yang tersedia saat ini, sekitar 40% merupakan unit yang baru diluncurkan sepanjang 2026.
Jakarta menjadi pasar terbesar bagi tipe hunian ini dengan kontribusi mencapai 71% dari keseluruhan kamar mezzanine Cove. Hal tersebut sejalan dengan karakter pasar hunian ibu kota yang menghadapi keterbatasan lahan dan kebutuhan ruang tinggal yang semakin beragam.
Di Jakarta, kamar mezzanine Cove rata-rata memiliki luas 13,5 meter persegi. Meski tergolong ringkas, desain bertingkat memungkinkan pemisahan area tidur dengan ruang aktivitas sehingga penghuni dapat memanfaatkan satu kamar untuk berbagai kebutuhan.
Selain menawarkan efisiensi ruang, mezzanine juga menjadi daya tarik dari sisi desain interior. Keberadaan tangga, lantai tambahan, dan plafon tinggi menciptakan karakter ruang yang lebih modern serta menarik secara visual.
Keunggulan tersebut turut mendongkrak minat calon penghuni melalui kanal digital. Cove mencatat kunjungan ke halaman kamar mezzanine di situsnya meningkat 56% selama Januari-September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan kunjungan seluruh tipe kamar Cove yang sebesar 29%.
Di Cove Arleyta, Bandung, kamar mezzanine bahkan menjadi tipe yang paling banyak dilihat sejak diluncurkan pada pertengahan 2026. Padahal, kamar tersebut hanya mencakup satu dari sembilan tipe kamar yang tersedia di properti tersebut.
Tren ini menunjukkan bahwa desain hunian tidak lagi semata-mata dinilai berdasarkan luas ruangan, tetapi juga kemampuan menghadirkan fungsi dan pengalaman tinggal yang berbeda.
Cove juga mengembangkan desain mezzanine dengan konsep yang disesuaikan dengan karakter masing-masing properti.
Di Cove Anantaha, Bali, mezzanine dihadirkan dalam bentuk vila dua lantai dengan kolam renang pribadi. Konsep tersebut mencatat rata-rata okupansi 100% sejak mulai beroperasi.
Sementara itu, Cove Estoria di Jakarta menawarkan desain mezzanine yang menyerupai rumah utuh bagi pasangan. Hunian ini memiliki area dapur, ruang makan, dan ruang tamu yang terpisah dari ruang tidur, dengan rata-rata okupansi mencapai 80% sejak beroperasi.
Country Director of Investment Cove Rizky Kusumo menilai, konsep mezzanine memberikan nilai tambah bagi pemilik properti, terutama dalam mengoptimalkan ruang sekaligus meningkatkan daya tarik di pasar.
“Bagi pemilik bangunan, desain mezzanine menawarkan dua keuntungan sekaligus: ruang yang termanfaatkan secara optimal, serta tampilan yang menarik perhatian calon penghuni. Ke depannya, kami melihat mezzanine akan terus menjadi solusi desain kamar yang efektif, terutama di kota-kota yang lahan huniannya semakin terbatas,” kata Rizky.
Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, desain mezzanine menjadi salah satu alternatif pengembangan hunian yang mampu menggabungkan efisiensi ruang, fungsi, dan estetika. Tren ini juga membuka peluang bagi industri co-living untuk menghadirkan pilihan tempat tinggal yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban.




