PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan penjualan sebesar Rp22,1 triliun hingga kuartal III-2026. Capaian tersebut meningkat 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan bisnis distribusi produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi penopang utama pertumbuhan perseroan.
Di tengah tekanan ekonomi dan fluktuasi nilai tukar rupiah, Metrodata Electronics berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp443,9 miliar. Kinerja tersebut mencerminkan kontribusi bisnis distribusi yang tumbuh lebih agresif dibandingkan segmen Solusi dan Konsultasi.
Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja mengatakan, strategi diversifikasi produk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis perseroan. Penjualan smartphone dari sejumlah merek, seperti Infinix dan Itel, turut menopang kinerja di tengah tantangan ekonomi.
“Diversifikasi penjualan produk smartphone dari unit bisnis Distribusi seperti Infinix dan Itel menjadi penopang kinerja di tengah situasi ekonomi yang sedang penuh tantangan ini,” kata Susanto.
Perseroan juga memperluas lini produk dengan menambahkan smartphone Villaon ke dalam portofolio distribusi. Langkah ini diharapkan dapat memperbesar pilihan produk sekaligus memperkuat daya saing Metrodata di pasar perangkat teknologi.
Secara rinci, unit bisnis Distribusi membukukan penjualan Rp17,5 triliun, tumbuh 23,4% secara tahunan. Penjualan smartphone, komputer pribadi (PC), dan notebook menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan segmen tersebut.
Adapun bisnis Solusi dan Konsultasi mencatatkan pendapatan Rp5,2 triliun, naik 1,8% YoY. Perbedaan laju pertumbuhan kedua segmen ini menunjukkan bisnis distribusi masih menjadi motor penggerak utama pendapatan MTDL sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Ke depan, Metrodata Electronics akan melanjutkan strategi penguatan fundamental melalui ekspansi portofolio solusi, peningkatan hubungan dengan pelanggan, serta pengembangan pendapatan berulang.
Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga daya saing dan memperkuat pertumbuhan jangka panjang perseroan di tengah perubahan kebutuhan pasar serta dinamika industri TIK.




