Selasa, April 21, 2026

LPS Pastikan Tingkat Bunga Penjaminan Tidak Berubah

Must Read

Moneter.co.id – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan tingkat bunga penjaminan simpanan perbankan tidak akan berubah. Hal ini seiring evaluasi yang mempertimbangkan kondisi fundamental ekonomi makro dan indikator pasar keuangan.

Adapun tingkat bunga penjaminan untuk periode 12 Januari 2017 hingga 15 Mei 2017  yakni 6,25 persen untuk simpanan rupiah bank umum, 0,75 persen untuk simpanan valas bank umum serta 8,75 persen untuk simpanan rupiah Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho mengungkapkan, tingkat bunga penjaminan masih sejalan dengan perkembangan terkini suku bunga simpanan perbankan. “Bahkan, suku bunga simpanan perbankan cenderung menurun disebabkan posisi likuiditas perbankan yang meningkat,” jelasnya, akhir pekan lalu (31/3).

Di samping itu, kondisi fundamental ekonomi makro dalam negeri juga dipandang dalam kondisi yang baik. Hal ini terlihat dari pergerakan indikator pasar keuangan yang meningkat serta perbaikan kondisi neraca perdagangan.

Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin. 

Terkait hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan  tingkat bunga penjaminan, LPS mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.

Seperti diketahui, sebelumnya LPS mencatatkan, jumlah simpanan perbankan hingga Januari 2017 sebesar Rp4.897,15 triliun. Nilai tersebut meningkat 9,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp4.468,85 triliun.

Namun, apabila dibandingkan periode Desember 2016 (MoM), nilai tersebut menurun 0,06 persen dari angka Rp4.900.19 triliun. “Deposito berjangka masih mendominasi total simpanan perbankan yakni sebesar 44,27 persen atau senilai Rp2.167,98 triliun. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, deposito tersebut bertumbuh 2,74 persen,” kata Samsu.

Kontributor simpanan berikutnya adalah tabungan atau senilai 30,59 persen yakni mencapai Rp1.497,86 triliun. Adapun pertumbuhan tabungan tersebut menurun 3,66 persen month to month (MoM). ”Sisanya dikontribusi dari giro 23,55 persen, deposito on call dan sertifikat deposito,” terang dia.

Sementara itu, dilihat dari jenis valuta, simpanan rupiah masih mendominasi dengan kontribusi 84,84 persen dan pertumbuhannya menurun 0,08 persen (MoM) menjadi Rp4.154,7 triliun. Sedangkan sisanya dikontribusi oleh simpanan valuta asing dengan kontribusi 15,16 persen atau senilai Rp742,45 triliun.

Lebih lanjut, dari total Rp4.897,15 triliun, sekitar Rp4.810,87 triliun merupakan dana pihak ketiga (DPK). Sementara sekitar Rp86,28 triliun merupakan simpanan bank dari bank lain.

Ia menjelaskan, untuk penghimpunan DPK, pertumbuhannya dibandingkan Desember 2016 menurun 0,28 persen. Dilihat dari jenis simpanan, deposito masih mendominasi DPK perbankan dengan kontribusi 44,68 persen. “Diikuti selanjutnya oleh tabungan dengan 31,03 persen, giro 23,32 persen, deposito on call 0,94 persen dan sertifikat deposito 0,03 persen,” tutup Samsu

Rep.Hap 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Faktor-faktor Penting untuk Meningkatkan Ranking Website

Dalam dunia digital marketing, search engine optimization (SEO) menjadi kunci utama untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencari. Namun,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img