Moneter.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan stok beras nasional di Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) saat ini sudah sangat melimpah. Untuk itu, Presiden meminta Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, untuk tidak fokus lagi pada masalah padi melainkan pada hortikultura. Alasannya, stok beras hingga saat ini melimpah.
“Padinya saya kira sudah mulai rampung, harus mulai dialokasikan ke tempat yang lain,” kata Jokowi dalam rapat kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/4).
Produktivitas pertanian yang tinggi, kata Presiden, sudah terasa saat ini. Sebab, stok yang ada di Bulog sudah melebihi dari yang biasanya.
Presiden Jokowi mengatakan, hingga malam tadi, ia mengecek stok beras bahkan mencapai dua juta ton. “Bulan-bulan Januari, Februari, Maret, biasanya stok kita paling rendah. Tapi saat ini menjelang ke panen raya justru stoknya sangat banyak,” kata Jokowi.
Jokowi juga menekankan pada efektivitas pembangunan infrastruktur pertanian. Seperti saluran irigasi, persawahan hingga bendungan.
Ia menyebutkan, masih ada beberapa bendungan tidak memiliki jaringan irigasi. “Irigasinya ada, tapi sawahnya enggak ada. Bendungannya ada, sudah bertahun-tahun, tapi jaringan irigasinya enggak ada. Yang aneh-aneh seperti ini banyak di lapangan,” tutup Jokowi.
Rep.Hap




