Jumat, Maret 6, 2026

Harga Karet di Barut Turun Menjadi Rp 7.000/Kg

Must Read

Moneter.co.id – Harga komoditas karet di pedalaman Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng) di awal April 2017 kembali turun menjadi Rp7.000 per kilogram dari sebelumnya Rp8.500/Kg.

Irwansyah, seorang petani karet di Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru, Rabu (5/4) mengatakan, turunnya harga karet ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. “Posisi harga karet yang kembali melemah ini cukup membuat petani kecewa karena dalam tiga bulan terakhir terus turun,” ujarnya.

Kabupaten pedalaman Sungai Barito satu sentra kebun karet di Provinsi Kalimantan Tengah di dominasi petani yang bergerak di sektor perkebunan karet.

Posisi harga yang melemah merata terjadi pada sentra kebun karet di kabupaten ini. Produksi kebun karet rakyat dominan ditampung kalangan pedagang yang mendatangi kebun petani, atau lebih dikenal sebutan tengkulak. “Ini juga bisa karena ulah tengkulak yang memang menguasai petani,” katanya 

Ia menambahkan para tengkulak mengaku patokan harga beli disesuaikan dengan posisi harga jualnya di kalangan pedagang di Banjarmasin, pusat pemerintahan Kalimantan Selatan.

“Masalahnya para petani daerah ini masih tergantung pada para tengkulak karena sampai sekarang belum ada pabrik karet, padahal hasil produksi karet petani cukup banyak,” katanya.

Luas kebun karet rakyat di kabupaten juga dikenal kaya potensi sumber daya alam batu bara itu, tercatat 35.646 hektare dengan produksi karet kering mencapai 18.696 ton per tahun. Kebun karet rakyat itu tersebar pada sembilan kecamatan di kabupaten tersebut.

Rep.Top

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

LPEI Catat Penyaluran PKE Rp13,5 Triliun pada 2025, Naik 85 Persen

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sepanjang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img