Senin, Januari 26, 2026

Mendag Ajak CEO Sawit Berkomitmen Jaga Stok dan HET Minyak Goreng

Must Read

Moneter.co.id – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita makin intensif menjaga
stok dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Setelah menetapkan Harga
Eceran Tertinggi (HET) untuk gula, daging, dan minyak goreng, Mendag kembali
melakukan terobosan baru. Semua pemilik perusahaan perkebunan dan pengolahan
minyak sawit diminta ikut menjaga stok dan harga minyak goreng sesuai HET
Rp11.000/liter untuk kemasan sederhana dan Rp10.500/liter untuk curah.

Pertemuan
dilakukan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, (17/4). Hadir sejumlah
CEO perusahaan perkebunan sawit dan produsen minyak goreng seperti Franky
Widjaja dari Sinar Mas, Fransiskus Welirang dari Indofood, Peter Sondakh dari
Rajawali, dan perwakilan perusahaan sawit lainnya seperti Asian Agri, Wilmar,
Astra Agro Lestari, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit.

“Harga minyak goreng sudah mulai turun, namun
belum mencapai harga yang ditetapkan pemerintah. Saya minta pemilik perkebunan
sawit dan produsen minyak goreng ikut menjaga kesepakatan harga minyak goreng
curah yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Mendag Enggar, Senin (17/4).

Sejak
ditetapkannya HET, harga rata-rata nasional minyak goreng curah per 13 April
sebesar Rp11.512/liter atau turun 3,37% dari harga rata-rata nasional Maret
yang mencapai Rp11.914/liter.

Di sejumlah
daerah harga minyak goreng curah bahkan berada di bawah Rp10.500/liter. Hal itu
terjadi di Kendari, Palangkaraya, Medan, dan Palembang. Sedangkan di beberapa
wilayah antara lain Gorontalo, Jayapura, dan Manokwari harga masih cukup tinggi
di kisaran Rp13.000-14.000/liter.

Stok Satu Juta
Ton

Mendag
menginginkan harga minyak goreng benar-benar dapat turun sesuai harga yang
ditetapkan pemerintah secepatnya. Menjelang bulan puasa dan Idul Fitri, harga
minyak goreng diharapkan berada pada posisi stabil dengan stok melimpah. Stok
ke ritel modern diharapkan mampu mengerek harga minyak goreng di pasar
tradisional cepat turun.

“Saya minta produsen minyak goreng memasok minyak
goreng kemasan sederhana ke ritel modern. Kemasan sederhana ini diperlukan
karena ritel modern tidak bisa menjual minyak goreng curah. Langkah ini penting
karena ritel modern adalah price leader yang
menjadi rujukan harga bagi pasar tradisional. Jika harga di ritel modern bisa
dikendalikan, maka akan memberikan efek penurunan harga di pasar yang lebih
luas,” tegas Mendag.

Mendag tak
tanggung-tanggung dalam bertindak. Ia meminta para produsen minyak goreng
membanjiri pasar dengan minyak goreng kemasan sederhana sehingga diharapkan
harga minyak goreng curah di pasar tradisional segera turun. “Ini penting agar minyak goreng bagi
masyarakat
kelas menengah ke bawah
selalu tersedia dan spekulasi bisa diredam jika stok tersedia,”
kataMendag.

Menurut
Mendag, pertemuan dengan para pemilik dan pimpinan perusahaan sawit dan minyak
goreng ini penting. Pengendalian harga minyak goreng belum berjalan lancar
seperti yang terjadi pada harga gula dan daging. Untuk mengatasi hal itu,
Mendag melibatkan semua mata rantai minyak goreng.

“Saya sudah bicara dengan ritel modern dan
sekarang kita libatkan yang lebih hulu lagi, yaitu produsen minyak goreng dan
perkebunan sawit,” ujar Mendag Enggar.

Mendag
meminta media bekerja sama menyampaikan kepada masyarakat bahwa harga tersebut
bukan harga promosi atau musiman, sehingga konsumen tidak perlu panik dan
berburu harga murah. “Kebijakan ini baru
akan dievaluasi pada bulan September. Sekarang konsumen tidak perlu panik karena stok dengan harga yang ditetapkan akan diusahakan selalu
tersedia,” ujar Mendag.Para
pengusaha menyambut baik dan mendukung terobosan yang dilakukan Mendag.

Salah satu
langkah stabilisasi harga adalah dengan menguatkan stok. Jika ada fluktuasi
harga, stok segera digelontorkan ke pasar setiap saat. Dalam pertemuan
disepakati stok satu juta ton dari berbagai produsen.

“Kebutuhan minyak goreng curah nasional sekitar 3-3,5
juta ton per tahun. Karena itu, stok satu juta ton sangat cukup untuk meredam
fluktuasi. Yang penting informasi di mana ada fluktuasi sehingga kita bisa
cepat banjiri daerah itu dengan pasokan,” kata Franky Widjaja dari
Sinar Mas dalam jumpa pers.

Antisipasi
Tuduhan Internasional

Selain
membahas stabilisasi stok dan harga, pertemuan ini juga membahas tuduhan
internasional terhadap sawit Indonesia, yaitu dari Parlemen Eropa dan
Pemerintah Amerika Serikat. Kementerian Perdagangan mengumpulkan masukan dari
pengusaha dan memadukan langkah untuk menjawab tuduhan-tuduhan itu. 

Pemerintah berada di depan karena ini
merupakan urusan antarnegara. Jika
perlu kita akan minta bantuan DPR untuk menjawab tuduhan Parlemen Eropa,
sehingga pembicaraannya terjadi antara parlemen dengan parlemen,”
kata Enggar.

Enggar juga
mengatakan bahwa pemerintah akan memanfaatkan kunjungan kenegaraan Wakil
Presiden AS Mike Pence untuk mengklarifikasi dan menyatakan posisi Indonesia
dalam berbagai isu. “Nanti akan ada
pembicaraan bilateral Wakil Presiden AS dan Pak Jusuf Kalla,” jelas Enggar.

Rep.Top

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pelatihan Ekspor Digital Ajak UMKM Ambil Peluang untuk Tembus Pasar Global

Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) antusias dalam mengikuti Pelatihan UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img