Selasa, Maret 3, 2026

BI Berharap BPD Aktif Lakukan Transaksi Repo

Must Read

Moneter.co.id – Bank Indonesia (BI) mengharapkan bank pembangunan daerah (BPD) semakin aktif melakukan transaksi repo agar mampu memperbaiki pengelolaan likuiditas. Seperti diketahui, transaksi repo adalah kontrak jual atau beli efek dengan janji beli atau jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.

“Apabila banyak BPD semakin aktif di transaksi repo, maka akan membuat transaksi lebih terjamin dan juga memperbaiki pengelolaan likuiditas oleh BPD,” kata Kepala Departemen Pengembangan Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsah, Rabu (26/4).

Nanang menyebutkan saat ini terdapat 14 BPD yang aktif melakukan transaksi repo dari 25 BPD yang telah menyetujui Global Master Repurchase Agremeent (GMRA).

Nanang menilai, transaksi repo memungkinkan peminjaman uang dengan menyerahkan surat berharga, sehingga bagi pemberi likuiditas akan menetapkan biaya yang lebih murah daripada transaksi Pasar Uang Antar Bank (PUAB) yang tidak beragun.

Ia berharap BPD mampu menggeser transaksi PUAB yang dinilai lebih unsecure ke transaksi repo yang tenornya lebih panjang. Nanang menyebutkan transaksi repo per hari berkisar Rp1 triliun hingga Rp3 triliun. “Bahkan transaksi bisa mencapai Rp4,6 triliun pada saat likuiditas agak sedikit ketat,” ucapnya.

Selain mendukung stabilitas sistem keuangan, transaksi repo juga meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter melalui BI 7-Day Repo Rate. “Transaski repo yang semakin aktif akan membuat transmisi kebijakan moneter lebih efektif dalam memengaruhi suku bunga jangka panjang,” jelas Nanang.

“Sehingga banyak korporasi yang sekarang melakukan funding melalui penerbitan obligasi korporasi. Bahkan tahun lalu di atas Rp120 triliun, tertinggi dalam sejarah penerbitan obligasi korporasi di Indonesia,” pungkasnya.

Rep.Sam

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img