Moneter.co.id – Perusahaan kontraktor pelat merah PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan fokus mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan Light Rail Transit (LRT). Adhi berencana mengembangkan kawasan TOD di atas lahan seluas 500 ha.
Pada tahun 2017, Adhi menargetkan mengakuisisi 250 hektare (ha) untuk dikembangkan menjadi LRT City. Sementara yang sudah berhasil diamankan hingga saat ini baik lewat akuisisi sendiri maupun melalui kerjasama dengan pemiliki lahan baru separuhnya.
Budi Saddewa, Direktur Adhi mengatakan, Adhi akan menyiapkan dana Rp 1,5 triliun tahun ini untuk akuisisi lahan seluas 250 ha tersebut. “Dananya nanti dari hasil penerbitan obligasi,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Lahan yang sudah dibebaskan Adhi hingga saat ini sekitar 22 ha di Bekasi Timur, 5 ha di Bekasi Barat, di Cikunir 6 ha, Jati Cempaka 5,2 ha, Ciracas 12 ha. Kemudian di Bogor perusahaan akan membebaskan lahan 139 ha di mana 11,4 ha di antaranya sudah aman dan 11 ha lagi merupakan kerjasama dengan Bogor Raya.
Kemudian yang sedang dalam proses pembebasan saat ini di antaranya ada di Cimanggis 15 ha, 12 ha di Gunung Putri di Cibinong 14 ha, di Cikoko 1,2 ha dan sudah melakukan nota kesepahaman dengan RNI untuk mengembangkan lahan 5,5 ha di MT Haryono.
Selama ini Adhi masih menggunakan dana dari penerbitan right issue tahun 2016 sebesar Rp 1,3 triliun. Hingga saat ini, Adhi telah menyerap Rp 600 miliar untuk akuisisi lahan,” tutupnya.
Tahun ini, Adhi menargetkan bisa membukukan marketing sales atau pra penjualan Rp 1,2 triliun dari proyek-proyek TOD.
Rep.Top




