Senin, Maret 2, 2026

Pefindo Berikan Peringkat Obligasi BTN idAA+

Must Read

Moneter.co.id – Perusahaan Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA+ untuk Obligasi XIV dan XV, Obligasi Berkelanjutan I, dan Obligasi Berkelanjutan II PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). 

Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat idAA+ untuk Penawaran Obligasi Berkelanjutan III dengan jumlah maksimal Rp10 triliun dengan prospek stabil.

Berdasarkan siaran pers Pefindo di Jakarta, mengungkapkan, peringkat tersebut mencerminkan kuatnya dukungan dari pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham pengendali BTN, posisi usaha yang sangat kuat di segmen kredit pemilikan rumah (KPR) dan profil permodalan yang kuat. 

“Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tingkat profitabilitas yang moderat dan kualitas aset yang rata-rata,” ujarnya, Selasa (18/7).

Peringkat bank dapat dinaikan jika bank dapat meningkatkan kualitas aset dan profitabilitasnya secara konsisten dan substansial. Hal ini juga harus disertai dengan perbaikan lebih lanjut dalam profil pendanaan bank. 

Sekedar informasi, per akhir Maret 2017, BTN mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 21,03% secara tahunan atau senilai Rp 594 miliar per akhir Maret 2017. kenaikan laba bersih tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit.

Sebelumnya, Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, perseroan mampu memperbaiki beban bunga di tengah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang melaju di level 20,02% yoy. Selain itu, pendapatan operasional pun turut menopang capaian positif laba bersih perseroan.

”Di tengah kondisi ekonomi yang masih menunjukkan perlambatan pada awal tahun, kami tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih dan DPK di atas 20% yoy atau sesuai dengan target yang telah kami tetapkan,” ujar Maryono.

Pada kuartal I 2-17, pendapatan bunga Bank BTN tercatat tumbuh 8,74% yoy dari Rp 4,19 triliun menjadi Rp 4,56 triliun. Hal tersebut didorong pertumbuhan kredit yang tinggi dan perbaikan kualitas kredit. 

Di sisi lain, biaya bunga hanya naik sebesar 4,94% yoy menjadi Rp 2,52 triliun pada kuartal I/2017. 

Maryono menjelaskan, dengan capaian tersebut, pendapatan bunga bersih BBTN tumbuh 13,84% yoy dari Rp 1,79 triliun menjadi Rp 2,04 triliun di akhir Maret 2017. 

“Pendapatan operasional Bank BTN pun naik 36,79% yoy dengan penopang terbesar berasal dari pendapatan komisi, provisi, dan administrasi yang tumbuh sebesar 27,38% yoy,” katanya.

Pendapatan bunga Bank BTN ditopang pertumbuhan total kredit dan pembiayaan Bank BTN yang naik sebesar 18,71 persen yoy menjadi Rp 169,69 triliun. 

Posisi pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat per Februari 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 8,4% yoy.

Rep.Top

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img