Moneter.co.id – Indonesia merupakan salah satu negara terdepan di
Asia yang mengadopsi teknologi mobile
learning di sekolah. Hal ini akan menjadi fokus utama GESS Indonesia di acara pameran dan konferensi pendidikan yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 27-29 September
2017.
Berdasarkan laporan industri dari Ambient
Insight, kawasan Asia akan membelanjakan setidaknya sekitar $ 7,7 miliar untuk aplikasi mobile learning dan
teknologi, dengan kenaikan sebesar $ 4,5
miliar dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Indonesia akan menjadi negara ketiga yang dengan pengeluaran terbesar menyusul Tiongkok
dan India. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan
smartphone di Indonesia yang tahun
lalu mencapai 47%.
Project Director F&E Education GESS Indonesia Matt Thompson mengatakan, banyak sekali anak usia dini yang keinginannya
kurang terpenuhi dalam mempelajari edugames
dan aplikasi language learning di
seluruh Asia.
“Sebuah fenomena yang terlihat khususnya di Indonesia, dimana
berdasarkan penelitian kami sekitar 67% anak yang berada di usia 8 hingga 18
tahun telah memiliki mobile phone,
sedangkan 27% memiliki smartphone,”
ujarnya diketerangan rilis yang Moneter.co.id terima, Senin (7/8).
GESS Indonesia juga memperkenalkan rangkaian workshop dan berbagai sesi yang
berfokus pada mobile learning terkait teknologi untuk membantu pertumbuhan mobile learning dan pengembangan aplikasi mobile learning di sekolah-sekolah di Indonesia.
Beberapa sesi yang menjadi bagian dari workshop EdTech dalam acara tersebut seperti, Hour of Coding
Facilitation dan Android Apps and Gadgets di Kelas
Matematika. Guru sekolah dasar, kepala sekolah dan orang tua murid juga akan
mendapatkan keuntungan besar dari sesi Membuat Games Pendidikan dengan Mudah.
Ini memungkinkan
mereka untuk mengembangkan permainan menyenangkan dan informatif yang dapat digunakan oleh para siswa, baik di kelas maupun di rumah.
Selain itu, seminar tentang Merubah Kecanduan Bermain Games Dengan Kecanduan Belajar juga
menjadi bagian dari workshop EdTech yang akan memungkinkan guru dan orang tua
memanfaatkan pengaruh game pada para
siswa untuk pengajaran dan pemanfaatan yang produktif.
GESS
Indonesia juga akan menghadirkan Penghargaan Guru
Millennia 21CA untuk memberikan pengakuan bagi para pendidik di Indonesia
yang berhasil menerapkan 21st Century
Skills dalam kegiatan belajar mengajar mereka.
“Ini adalah bagian dari
upaya kami untuk mendukung pertumbuhan metodologi advanced learning di
Indonesia. Kompetisi ini terbuka untuk semua guru dari sekolah manapun, baik swasta
atau publik, dan sekolah-sekolah yang terkait dengan
Millenia sangat dianjurkan untuk bergabung,” ucap Thompson.
Penghargaan
akan diberikan di acara pameran dan konferensi GESS Indonesia, dengan hadiah utama sebesar Rp5
juta untuk guru pemenang.
Saat ini, di tahun ketiganya, GESS Indonesia memiliki lebih dari 100 sesi, workshop
dan presentasi yang mencakup berbagai topik dan tema yang dirancang untuk
meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di kelas; bersama dengan
berbagai macam produk dan solusi dari educational
suppliers terkemuka dari seluruh dunia. (Top)




