Senin, Maret 2, 2026

BTN Segera Rampungkan Akuisisi Danareksa Finance

Must Read

Moneter.co.id – PT Bank Tabungan Negara, Tbk (BTN) memastikan dapat merampungkan proses akuisisi PT Danareksa Finance pada tahun 2017 ini dengan perkiraan biaya investasi sekitar Rp300 miliar. 

Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko berharap dapat memiliki minimal 51 persen saham Danareksa Finance setelah proses akuisisi. BTN masih menunggu hasil uji tuntas (due dilligence) di awal semester II 2017 ini untuk melihat kepepatan nilai valuasi Danareksa Finance.

“Danareksa Finance segera ‘due dilligence’ untuk tentukan harga yang cocok, dan ini bisa kami kejar tahun ini,” ujarnya, Selasa (8/8).

Setelah diakuisisi, lanjut Iman, Danareksa Finance akan menjadi perpanjangan bisnis BTN dalam menyalurkan pembiayaan perumahan ke pekerja informal atau pekerja berpenghasilan tidak tetap. 

Saat ini, permintaan pembiayaan perumahan dari pekerja informal sangat besar. “Bahkan, permintaannya lebih besar dari pekerja formal. Maka itu, Danareksa Finance ini menjadi ‘vehicle’ (kendaraan) kami untuk salurkan pembiayaan,” ucap Iman.

Akusisi Danareksa Finance menjadi salah satu dari dua ekspansi anorganik yang ditargetkan BTN terealisasi tahun ini. 

Satu ekspansi anorganik lainnya adalah membentuk perusahaan asuransi jiwa bersama PT Jasindo. 

Selain itu, BTN juga berencana untuk mengakuisisi perusahaan asuransi umum dan PT Danareksa Investment Management (DIM). Namun, dua rencana terakhir tersebut kemungkinan baru dapat terealisasi di 2018. Untuk akuisisi DIM, BTN masih menunggu terwujudnya induk usaha BUMN (holding) sektor keuangan.

Untuk membentuk asuransi jiwa bersama Jasindo tahun ini, BTN mengharapkan memiliki 89 persen saham di perusahaan patungan dengan Jasindo tersebut. Biaya yang disiapkan BTN sebesar Rp200 miliar. 

“Asuransi jiwa ini sangat perlu karena debitur KPR itu kan dilindungi asuransi jiwa. Daripada asuransi jiwa pakai perusahaan lain, lebih baik kita miliki sendiri,” ujar dia.

Ekspansi anorganik yang dilakukan BTN ini juga sebagai upaya untuk mengejar posisi lima bank dengan aset terbesar di Indonesia dan merambah pasar global di 2025. 

Hingga Juni 2017, aset BTN terkumpul sebesar Rp224,06 triliun atau tumbuh 18,23 persen (yoy) dari Rp189,51 triliun. (Hap)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img