Minggu, Maret 1, 2026

Berpotensi, BTN Bakal Genjot Penyaluran Kredit di Jatim

Must Read

Moneter.co.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) berencana akan menggenjot penyaluran kredit di daerah. Hal ini agar kinerja bisnis emiten bersandi BBTN semakin positif.

Managing Director Strategy, Compliance, & Risk Bank BTN R. Mahelan Prabantarikso mengatakan harga saham perseroan terus melaju sejalan dengan capaian kinerja bisnis yang positif. 

Pada penutupan perdagangan Selasa (29/8), BTN mencatatkan rekor penutupan saham tertinggi di level 2.950. Capaian harga saham tersebut tercatat tumbuh 49% year-on-year (yoy) atau 69,5% year-to-date (ytd).

Mahelan menjelaskan pihaknya akan terus menggenjot bisnis Bank BTN di daerah. Apalagi, potensi bisnis properti di daerah masih tinggi. “Tahun ini kami optimistis kredit akan tumbuh sekitar 21%-23%. Untuk mencapai target tersebut, kami akan memaksimalkan penyaluran kredit di daerah. Salah satu daerah yang potensial yakni Jawa Timur,” ujarnya, Rabu (30/8).

Menurutnya, per akhir tahun 2016, perseroan telah mencatatkan diri sebagai pemimpin pasar KPR di Jawa Timur dengan pangsa sebesar 54%. 

Meski telah mencatatkan diri sebagai pemimpin pasar, Mahelan menjelaskan, perseroan akan tetap gencar menyalurkan KPR di Jatim, mengingat permintaan hunian di provinsi tersebut yang masih tinggi.

“Dari hasil riset Bank BTN menunjukkan permintaan akan hunian di Jatim mencapai sekitar lebih dari 230.000 unit pada 2017. Namun, pasokan rumah di wilayah ini baru mencapai sekitar 7% dari permintaan atau setara lebih dari 15.000 unit rumah,” ungkap Mahelan.

Sementara itu, pada tahun ini, BTN membidik dapat menyalurkan KPR untuk lebih dari 18.000 unit rumah atau melebihi pasokan unit rumah yang ada.

“Kami tetap optimistis mencapai target, kendati posisi target berada di atas pasokan hunian yang ada. Untuk itu tahun ini Bank BTN akan gencar bermitra dengan REI dan APERSI dalam meningkatkan pasokan unit hunian bagi masyarakat di Jawa Timur,” kata Mahelan.

Sejak 2015, tambah Mahelan, pertumbuhan realisasi KPR Bank BTN di Jatim memang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Di segmen KPR Non-Subsidi, realisasi KPR Non-Subsidi Bank BTN naik di level 18,38% secara tahunan (year-on-year/yoy) per akhir tahun lalu. Realisasi di segmen KPR Subsidi pun melaju lebih tinggi sebesar 69,22% yoy per akhir tahun lalu.

Hingga Juni 2017, Bank BTN pun telah menyalurkan KPR untuk sekitar 7.500 unit rumah di Jatim. Untuk KPR Non-Subsidi, Bank BTN telah menyalurkan kredit untuk sekitar 3.550 unit rumah atau setara Rp1,07 triliun. Pada segmen ini, kota-kota besar seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang masih mendominasi penyaluran KPR Non-Subsidi terbanyak.

Kemudian, pada segmen KPR Subsidi, Bank BTN telah menyalurkan pinjaman untuk pemilikan hampir 3.950 unit rumah atau senilai Rp414 miliar. Untuk jenis KPR ini, kota-kota berkembang seperti Jember, Malang, dan Gresik tercatat sebagai wilayah dengan penyaluran kredit terbanyak.

Adapun, data Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan permintaan hunian di Surabaya memang masih tinggi hingga mengerek naik harga rumah di wilayah tersebut. 

Per Juni 2017, Surabaya mencatatkan kenaikan harga rumah tertinggi di Indonesia atau sebesar 7,75% yoy. Peningkatan tersebut sejalan dengan tingginya permintaan terhadap rumah hunian di wilayah tersebut. (Hap)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img