Selasa, Maret 3, 2026

Target BEI Tahun 2018, Transaksi Harian Hingga Rp 9 Triliun

Must Read

Moneter.co.id – Hari ini, Rabu (25/10) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna
menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2018.

BEI menetapkan
asumsi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) BEI tahun 2018 sebesar Rp9
triliun atau meningkat dibandingkan RKAT 2017-Revisi sebesar Rp7,75
triliun. 

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, penetapan
asumsi RNTH tersebut didasarkan pada beberapa asumsi, yakni optimisme
pertumbuhan ekonomi Indonesia, meningkatnya
 eksposure kenaikan peringkat investasi menjadi investment grade rating dari lembaga pemeringkat Standard and
Poor’s
(S&P), potensi peningkatan jumlah investor baru dan aktivitas IPO
perusahaan, serta optimalisasi produk kebursaan (LQ45
Futures dan Indonesia
Government Bond Futures
).

“Disamping itu, asumsi kenaikan RNTH di tahun depan
juga dipengaruhi oleh mulai beroperasinya PT Pendanaan Efek Indonesia,” ujarnya, Rabu (25/10).

Menurut Tito, jika memang BEI akan fokus memperbesar kemampuan mobilisasi dana dan
likuiditas pasar modal untuk menyambut peluang dan tantangan di tahun depan.
Serangkaian inisiatif akan direalisasikan oleh BEI dengan mempertimbangkan
beberapa asumsi indikator makroekonomi yang dijabarkan dan telah disetujui oleh
pemegang saham.

Asumsi
Indikator Makroekonomi 2018 BEI kali ini adalah pertumbuhan ekonomi di tahun
depan yang diprediksikan akan berada pada kisaran 5,4 persen dengan laju
inflasi pada kisaran 3,5 persen ± 1 persen.

Sementara suku bunga acuan Bank
Indonesia, yaitu 7-day (Reverse) Repo Rate (pengganti BI Rate) diperkirakan
akan berada di level 4,25 persen. Asumsi rata-rata nilai tukar rupiah terhadap
dolar AS pada 2018 diproyeksi akan berada pada level Rp13.400, dipengaruhi oleh
sentimen positif peningkatan investasi dari kalangan pemodal dalam dan luar
negeri yang akan memperbaiki neraca pembayaran.

Dengan
fokus rencana kerja tersebut diharapkan BEI dapat mencapai target 35 emiten
yang mencatatkan saham baru (IPO) serta sebanyak 60 Perusahaan Tercatat yang
melakukan pencatatan tambahan (right issue dan saham bonus). 

Sementara
itu, target emisi obligasi yang dipatok BEI di tahun 2018 adalah sebanyak 80
emisi obligasi korporasi dan 156 obligasi negara. 

Tito menjelaskan, target-target
tersebut disusun dengan mempertimbangkan stabilitas dan peningkatan perekonomian
nasional di tahun 2018, yang pada gilirannya menjaga kepercayaan calon
Perusahaan Tercatat dalammenghimpun dana modal dari pasar modal.

“Secara khusus,
penambahan jumlah Perusahaan Tercatat di BEI ditempuh dengan pelaksanaan
Program Kerja meliputi kegiatan sosialiasi dan edukasi bagi calon-calon
perusahaan tercatat, penguatan underwriter dan profesi penunjang, serta
inisiatif penyempurnaan dalam proses IPO,” tutup Tito.



(SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya

PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img