Kamis, April 23, 2026

Dampak Kehadiran Startup, Gairahkan Pasar Modal Indonesia

Must Read

Moneter.co.id – Perkembangan industri e-commerce
di Indonesia yang cepat memberikan sinyal positif terhadap pasar modal di Tanah
Air. Hal ini diungkapkan oleh PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (IDX: KIOS)
pada pertemuan dengan media pada Rabu (25/10).

KIOS sebagai startup dan
pemain industri e-commerce pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia
mengaku mendapatkan dampak sebagai pionir
 startup yang menjadi perusahaan publik.

 

Pada Kamis (19/10), KIOS ditutup di harga Rp3.310, meningkat pesat
dari penutupan pada hari pertama perdagangan (5/10) yang ada di angka Rp 450.



Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, Jasin Halim mengatakan,
pertumbuhan tersebut sangat mengejutkan, begitu juga bagi kami di Kioson. Namun,
yang perlu digarisbawahi, gairah investor retail terhadap KIOS ini merupakan
sinyal positif bahwa IPO dapat menjadi pilihan pendanaan yang baik bagi startup
di Indonesia.

 

“Kami juga melihat hal ini sebagai bentuk kepercayaan publik atas
potensi pasar dan strategi yang dibawa oleh Kioson,” ujarnya diketerangan
resminya, Rabu (25/10).


Jasin menjelaskan, dengan menjadi perusahaan terbuka, berbagai informasi
mengenai Kioson kini dapat dengan mudah diakses dan dimonitor oleh publik. Hal
ini memang menjadi bagian dari strategi perusahaan agar bisa berkembang dan
mendapatkan valuasi yang riil.

 

“Artinya, nilai perusahaan kami benar-benar dibentuk oleh minat
pasar,” jelasnya.


Perkembangan startup di Asia Tenggara saat ini semakin
pesat. Menurut ‘Indonesia Venture Capital Outlook 2017’, angka investasi
terhadap perusahaan rintisan di Asia Tenggara meningkat 23 kali lipat pada 2016
dibandingkan 2012, atau hanya dalam empat tahun.

 

Singapura masih menguasai 41 persen total nilai investasi terhadap
perusahaan rintisan di regional ini, namun negara lain mulai mengejar dan
Indonesia memimpin dengan porsi 19 persen.

 

Hal ini sedikit banyak merefleksikan pandangan investor yang
percaya terhadap perusahaan rintisan yang memiliki strategi bisnis
berkelanjutan.


Selain itu, lanjut Jasin, laporan yang sama juga menyebutkan bahwa dua
industri startup utama yang paling banyak diminati di Indonesia adalah
transportasi dan e-commerce. Sebagai
perusahaan pionir e-commerce yang
fokus di Online to Offline (O2),
Kioson memiliki keunikan strategi.


“Kami akan terus konsisten menjadi penjembatan antara underserved
market
 dengan layanan
digital. Saat ini, kami melihat bahwa pangsa pasar yang besar justru ada di
sana dan sangat jarang pemain yang memberikan layanan yang baik kepada
masyarakat di kota-kota lapis kedua. Strategi bisnis inilah yang kami yakini
akan mampu mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan dalam jangka panjang,” jelas
Jasin. 



(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Laba Melonjak 85%, Chitose Internasional Bagi Dividen Rp13,8 per Saham

Kinerja moncer pada 2025 membuat PT Chitose Internasional Tbk (CINT) tak ragu menggelontorkan dividen tunai Rp13,8 miliar kepada pemegang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img