Sabtu, Februari 28, 2026

Ekspor Ikan Bali Naik 25,16 Persen di September 2017

Must Read

Moneter.co.id – Bali mengekspor ikan dan udang sebesar
11,10 juta dolar AS selama bulan September 2017 atau meningkat US$2,23 (25,16
persen) dibandingkan bulan sebelumnya (Agustus 2017) tercatat 8,87 juta dolar
AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, di Denpasar, Senin (20/11) mengatakan, hasil
pengapalan ikan dan udang tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun
sebelumnya juga meningkat 3,13 juta dolar AS atau 39,24 persen, karena bulan
September 2016 hanya menghasilkan 7,97 juta dolar AS.

“Ekspor ikan dan udang tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar
25,16 persen dari total ekspor Bali sebesar 44,15 juta dolar AS selama bulan
September 2017, meningkat 1,08 juta dolar AS atau 2,51 persen dibanding bulan
sebelumnya tercatat 43,07 juta dolar AS,” ucapnya.

Namun
total ekspor Bali tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya
mengalami kenaikan sebesar 3,64 juta dolar AS atau 8,99 persen, karena nilai
ekspor Bali bulan September 2016 hanya menghasilkan 40,51 juta dolar AS.

Pasaran
China menyerap paling banyak pengapalan ikan dan udang dari Bali yang mencapai
27,32 persen, menyusul Amerika Serikat 27,03 persen, Jepang 18,34 persen, Hong
Kong 6,12 persen, Australia 4,27 persen, Singapura 0,85 persen, Jerman 1,17
persen, Prancis 1,30 persen dan sisanya 12,90 persen ke berbagai negara lainnya
di belahan dunia.

“Ikan dan udang merupakan salah satu dari lima komoditas
utama ekspor Bali yang memberikan andil terbesar, yakni sebesar 25,16 persen,
menyusul produk perhiasan (permata) 16,41 persen dan produk pakaian jadi bukan
rajutan 14,59 persen,” ujar Adi.

Selain
itu, juga produk kayu dan berbagai jenis cenderamata dari bahan baku kayu 8,46
persen serta produk perabot dan penerangan rumah 6,36 persen serta 29,02 persen
sisanya berbagai komoditas lainnya.

“Meskipun nilai ekspor ikan dan udang itu cukup besar,
namun peran terhadap pembentuk nilai tukar petani menurun sebesar 0,69 persen
dari 107,01 persen pada bulan Agustus 2917 menjadi 106,28 persen pada September
2017,” tegasnya.

Indeks
harga dari hasil produksi yang diterima petani mengalami penurunan 0,71 persen,
namun indeks yang diterima petani (Ib) mengalami penurunan lebih kecil yakni
sebesar 0,02 persen, sehingga menyebabkan nilai tukar petani subsektor perikanan
merosot.

Penurunan
indeks harga yang diterima (It) disebabkan oleh merosot harga komoditas
perikanan pada perikanan tangkap sebesar 0,97 persen dan perikanan budi daya
0,18 persen. (SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img