Sabtu, November 29, 2025

ADB Beri Pinjaman Rp10,1 Triliun untuk Perbaiki Fasilitas Kesehatan di Indonesia

Must Read

Moneter.id – Jakarta – Asian Development Bank (ADB)
atau Bank Pembangunan Asia menyetujui pinjaman investasi sebesar 650 juta dolar
AS atau setara dengan Rp10,1 triliun untuk meningkatkan dan memperbaiki
fasilitas perawatan kesehatan primer dan laboratorium kesehatan masyarakat di
seluruh Indonesia.

Direktur
Pengembangan Manusia dan Sosial ADB Karin Schelzig bilang, perbaikan fasilitas
kesehatan tersebut nantinya akan meningkatkan pencegahan, deteksi, serta
pengobatan penyakit menular, penyakit tidak menular, dan kondisi kesehatan
lainnya.

“Ini
adalah yang ketiga dari rangkaian dukungan ADB kepada pemerintah Indonesia dalam
mengembangkan dan melaksanakan Agenda Transformasi Kesehatan Indonesia
pascapandemi,” kata Karin di Jakarta, Kamis (14/12/2023).

Karin
menyebutkan proyek Peningkatan dan Penguatan Perawatan Kesehatan Primer dan
Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Primary Healthcare and Public Health
Laboratories Upgrading and Strengthening/PLUS) secara langsung mendukung dua
proyek pemerintah di bawah Agenda Transformasi Kesehatan Indonesia.

Kedua proyek
tersebut yakni Penguatan Perawatan Kesehatan Primer di Indonesia (Strengthening
of Primary Healthcare in Indonesia/SOPHI) serta Penguatan Sistem Laboratorium
Kesehatan Publik di Indonesia (Indonesia-Public Health Laboratory System Strengthening/InPULS).

Proyek yang
sangat penting tersebut, lanjut dia, memiliki investasi total hampir empat
miliar dolar AS dan dibiayai bersama dengan tiga bank pembangunan multilateral
lainnya, yakni Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Investment Infrastructure
Bank/AIIB, Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IsDB), dan Bank
Dunia.

Berbagai
proyek itu akan mengatasi sejumlah kesenjangan dan disparitas kritis dalam
kesiapan pelayanan fasilitas perawatan kesehatan primer, laboratorium kesehatan
masyarakat, dan rumah sakit rujukan di Indonesia dalam upaya mencapai akses
universal terhadap layanan kesehatan berkualitas, serta meningkatkan
ketangguhan dan kekokohan sistem kesehatan.

Proyek PLUS
akan melengkapi lebih dari 10 ribu fasilitas perawatan kesehatan primer dan
lebih dari 500 laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia agar
benar-benar dapat memenuhi standar layanan minimum yang ditetapkan pemerintah.

Dukungan tersebut
akan termasuk pengadaan peralatan, pengiriman, pemasangan, pelatihan bagi
pengguna, layanan pengoperasian dan pemeliharaan, serta peningkatan kapasitas
dalam pengoperasian dan pemeliharaan.

Sementara itu,
Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga menambahkan investasi ADB yang baru
saja diberikan akan menjadi pondasi bagi standardisasi layanan perawatan
kesehatan primer dan pengurangan kesenjangan akses ke layanan yang memiliki
standar, terutama bagi kelompok miskin, penduduk di perdesaan, dan di daerah
terpencil.

“ADB
senang dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi
kesenjangan kritis tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain,
Jiro menilai proyek itu akan berkontribusi signifikan terhadap mitigasi
perubahan iklim di sektor kesehatan melalui peningkatan fasilitas dengan
peralatan yang hemat energi.

Penguatan
jaringan laboratorium kesehatan masyarakat juga akan memperkuat ketangguhan dan
kesiapsiagaan kesehatan guna menanggulangi ancaman pandemi di masa mendatang,
termasuk yang berkaitan dengan perubahan iklim.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

ecoCare Hygiene Solusi Sanitasi Modern untuk Lingkungan Bisnis

Standar kebersihan di lingkungan bisnis semakin meningkat dan kini menjadi salah satu faktor penting yang menentukan profesionalitas sebuah institusi....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img