Moneter.id – Sebanyak
tujuh produk yang difasilitasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional
(PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) sukses menyabet penghargaan bergengsi
di ajang Good Design Award (G-Mark) ke-62 di Hotel Grand Hyatt, Tokyo, Jepang,
Rabu (31/10).
“Kami turut
bangga dengan keberhasilan produk-produk tersebut menjadi pemenang G-Mark 2018.
Diharapkan dengan keberhasilan internasional ini, dapat membuka peluang bagi
produk dalam negeri untuk diterima di berbagai pasar ekspor, terutama Jepang
yang merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia,” kata Direktur Jenderal
PEN Arlinda di keterangan resmi yang diterima MONETER.id, Rabu (31/10).
Di ajang
G-Mark tahun ini, kata Arlinda, produk Sepeda Bambu karya Singgih Kartono
berhasil menyabet penghargaan G-Mark Best 100. Sedangkan produk Indonesia
lainnya meraih G-Mark Good Design, yaitu mobil Daihatsu Terios karya Mark
Widjaja; Kursi Lukis Armchair karya Abie Abdillah; Kain Bamboo Batik Stole
karya Lusiana Limono; Arang Gambar (Charcoal) karya Jindee Chua, Suriawati Qiu,
dan Merlins; Lubang Angin ‘Dashdot’ karya Zenin Adrian; serta Cold Drip Coffee
Maker karya Ronald Malone.
Pada ajang
G-Mark tahun ini, terdapat 17 produk Indonesia yang difasilitasi oleh Ditjen
PEN. Dari jumlah tersebut, 14 di antaranya merupakan pemenang Good Design
Indonesia (GDI) tahun 2017 dan 2018 untuk kategori GDI of the Year dan GDI
Best. Sementara tiga produk lainnya, mengikuti G-Mark melalui ajang ASEAN
Design Selection, yang merupakan kerja sama antara Ditjen PEN dengan
ASEAN-Japan Center (AJC).
“Kementerian
Perdagangan, dalam hal ini Ditjen PEN, berkomitmen mendukung pengembangan
sektor desain di dalam negeri. Untuk itu, kami mendorong para pelaku usaha
dapat berkolaborasi dengan desainer-desainer dalam negeri yang sudah banyak
berprestasi di ajang berskala Internasional,” ujar Arlinda.
Menurut
Arlinda, untuk mendongkrak kinerja ekspor nonmigas, produk Indonesia harus
memiliki nilai tambah dan daya saing. “Di sinilah peran suatu desain yg kreatif
dan inovatif, yaitu mampu menciptakan produk-produk yang tidak hanya unggul
dari sisi bahan baku, tetapi juga mampu menyesuaikan dengan tren dan selera
konsumen dunia yang dinamis,” imbuhnya.
Dalam dua
tahun penyelenggaraan GDI, terlihat adanya peningkatan antusiasme desainer
lokal dan pelaku usaha dalam negeri untuk berpartisipasi pada perhelatan berskala
nasional ini.
Tercatat
sebanyak 253 produk yang didaftarkan selama masa pembukaan registrasi daring
GDI 2018. Jumlah tersebut menunjukkan adanya kenaikan signifikan sebesar 88,8
persen dibandingkan GDI 2017 dengan jumlah peserta hanya 134.
Ditjen PEN
telah mengagendakan kembali penyelenggaraan GDI ke-3 yang rencananya akan
dimulai Januari 2019 mendatang. Sama seperti sebelumnya, pendaftaran akan
dibuka secara daring melalui situs id-designmark.org.
Melalui
kerja sama antara Ditjen PEN dan Japan Institute of Design Promotion (JDP)
sebagai pihak penyelenggara Good Design Award, produk-produk lokal yang
berhasil meraih anugerah GDI akan langsung dinyatakan lolos seleksi G-Mark
tahap pertama dan dapat langsung mengikuti seleksi tahap ke-2.
Selanjutnya,
tambah Arlinda, Ditjen PEN memfasilitasi produk-produk pemenang mulai dari
pendaftaran G-Mark, pengiriman produk ke Jepang, partisipasi pada pameran
G-Mark, hingga pengiriman kembali produk-produk ke Indonesia.
“Pendaftaran
GDI tahun depan akan dibuka mulai bulan Januari 2019. Masa pendaftaran yang
lebih awal ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan pelaksanaan penjurian tahap
ke-2 Good Design Award di Jepang, yang berlangsung pada akhir Juli atau awal
Agustus setiap tahunnya,” pungkas Arlinda.
(TOP)




