MONETER
– Menkeu Sri Mulyani menganggarkan dana untuk pemberian gaji ke-13 Aparatur
Sipi Negara (ASN) dan pensiunan sebesar Rp35,5 triliun yang akan dicairkan
mulai 1 Juli 2022. “Sudah disediakan di dalam APBN tahun 2022,” katanya,
di Jakarta, Selasa (28/6/2022).
Rinciannya, sebanyak Rp11,5 triliun
untuk ASN Pusat, TNI, dan Polri yang berasa dari belanja kementerian dan
lembaga.
Sekitar Rp15 triliun diberikan untuk
ASN Daerah, yakni Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) dan Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan
dapat ditambahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022,
sesuai kemampuan fiskal dari pemerintah daerah masing-masing.
Sementara anggaran gaji ke-13 untuk
pensiunan akan berasa dari alokasi Bendahara Umum Negara (BUN) sebesar Rp9 triliun.
Sri Mulyani menyebutkan gaji ke-13
pada tahun ini diberikan sebesar gaji atau pensiun pokok dan tunjangan yang
melekat pada gaji atau pensiun pokok (tunjangan keluarga, tunjangan pangan,
tunjangan jabatan struktural/fungsional/umum) dan 50 persen tunjangan kinerja
per bulan bagi yang mendapatkan tunjangan kinerja.
Adapun gaji ke-13 tahun 2022 diberikan
kepada 8,76 juta penerima, yakni Aparatur Negara Pusat sekitar 1,79 juta
pegawai, termasuk TNI dan Polri, Aparatur Negara Daerah sebanyak 3,65 juta pegawai,
dan pensiunan sebanyak 3,32 juta orang.
“Gaji ke-13 ini sudah mulai dapat
dicairkan pada bulan Juli 2022 dimana kementerian dan lembaga akan segera
mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN),” tuturnya.
Pengajuan SPM sudah mulai dilakukan
sejak 24 Juni 2022 dan kemudian KPPN akan mencairkan pada awal Juli sesuai
dengan mekanisme yang berlaku.
Ia pun menyampaikan terimakasih kepada
seluruh aparatur negara, termasuk TNI dan Polri yang telah melaksanakan tugas
di masa pandemi COVID-19 dan terus menjaga pelayanan, serta mengawal proses
pemulihan ekonomi nasional.
Dengan demikian, Indonesia mampu
menjaga dan terus memulihkan kembali perekonomian dan sosial akibat pandemi dan
kini mulai mempersiapkan diri dari berbagai guncangan terbaru yang berasal dari
situasi geopolitik.




