Alibaba Group selaku Mitra TOP Global International Olympic Committee (IOC) secara resmi menghadirkan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 sebagai ajang paling cerdas dalam sejarah perhelatan olahraga dunia.
Melalui dukungan Alibaba Cloud yang menjadi tulang punggung teknologi digital, ajang ini memberdayakan IOC dan komite penyelenggara untuk memantau konsumsi energi, mengoptimalkan sistem transportasi, hingga meningkatkan operasional penyiaran.
Hal yang paling mencuri perhatian adalah penggunaan perdana teknologi large language model (LLM) di lingkungan Olimpiade yang didukung oleh model Qwen milik Alibaba.
Inovasi ini mendapat apresiasi tinggi dari para petinggi organisasi olahraga internasional. Dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026), Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kirsty Coventry, memberikan pujian terhadap standar baru yang tercipta.
“Setiap ajang Olimpiade selalu menghadirkan inovasi teknologi baru. Dengan dukungan teknologi cloud Alibaba dan model Qwen, Milano Cortina 2026 menetapkan standar baru dalam hal kecerdasan dan kreativitas,” ungkapnya.
Keberlanjutan menjadi fokus utama dengan penerapan solusi berbasis AI untuk mengukur serta menganalisis emisi karbon secara efektif. Infrastruktur cloud yang efisien energi memungkinkan penyelenggara memantau konsumsi listrik dan emisi secara langsung di seluruh lokasi pertandingan.
Bahkan, IOC kini tengah menguji chatbot cerdas berbasis model Qwen guna membantu staf mengakses data historis dan informasi terkini terkait kebutuhan daya cadangan. Selain itu, sistem pelacakan masalah energi telah didigitalisasi untuk mempercepat respons terhadap gangguan operasional di lapangan.
Dr. Feifei Li, President of International Business dan SVP Alibaba Cloud Intelligence Group, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak sejarah bagi Gerakan Olimpiade.
“Milano Cortina 2026 menjadi tonggak penting sebagai ajang pertama dalam sejarah Olimpiade yang memanfaatkan teknologi LLM melalui model Qwen dari Alibaba. Sistem cloud dan AI yang mendukung Milano Cortina 2026 menunjukkan dedikasi kami dalam menghadirkan operasional yang lebih cerdas, keterlibatan yang lebih mendalam, serta peluang baru bagi Gerakan Olimpiade,” jelasnya.
Dari sisi operasional, Alibaba Cloud mendukung kompleksitas geografis Milano Cortina yang membentang seluas 22.000 kilometer persegi di pegunungan Alpen Italia. Teknologi Video Adjudication yang dibangun di atas low-latency livestreaming kini membantu wasit meningkatkan akurasi keputusan melalui tayangan ulang instan.
Sementara itu, sistem manajemen transportasi berbasis cloud telah membantu mobilitas lebih dari 80.000 orang, termasuk atlet dan staf, melalui perencanaan perjalanan yang personal.
Transformasi digital ini juga menyentuh aspek tradisi dan penyiaran. Di Desa Olimpiade, para atlet dapat berinteraksi dengan Intelligent Pin Trading Station yang menggunakan lengan robot dan AI untuk bertukar pin secara unik.
Di sisi lain, OBS Live Cloud Platform berhasil menggantikan operasi satelit tradisional, memungkinkan distribusi konten berkualitas tinggi kepada 42 penyiar dunia dengan jejak fisik pusat penyiaran yang jauh lebih kecil dibandingkan edisi Olimpiade sebelumnya.
Melalui kolaborasi ini, Alibaba Cloud membuktikan bahwa masa depan Olimpiade terletak pada efisiensi, keberlanjutan, dan kecerdasan buatan yang inklusif.




