Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli (YAP) menegaskan kembali komitmennya dalam pilar pemberdayaan ekonomi dengan menggandeng lingkaran, sebuah platform pendidikan kreatif, untuk menjalankan program EMPOWERED+.
Inisiatif ini dirancang khusus sebagai katalisator bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar mampu membangun fondasi bisnis yang inklusif, kokoh, dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Melalui sinergi ini, program EMPOWERED+ menyasar penguatan berbagai aspek fundamental usaha, mulai dari strategi pasar dan efisiensi operasional hingga pengelolaan keuangan.
Program ini juga menunjukkan keberpihakan pada aspek inklusivitas dengan merangkul UMKM yang melibatkan penyandang disabilitas. Ketua Yayasan Allianz Peduli, Ni Made Daryanti, menjelaskan bahwa inisiatif ini melampaui sekadar pemberian materi di kelas.
“EMPOWERED+ kami rancang bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai proses pendampingan yang membangun kesiapan UMKM untuk terus bertumbuh secara bertahap dan berkelanjutan. Kami percaya UMKM memiliki peran krusial dalam pertumbuhan ekonomi, dan melalui program ini kami ingin memperluas akses penguatan kapasitas yang relevan, termasuk bagi UMKM inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas,” ujar Ni Made Daryanti.
Perjalanan program ini dimulai dengan fase pembelajaran yang melibatkan 450 peserta dari seluruh Indonesia, hingga akhirnya terpilih 25 UMKM terbaik melalui proses seleksi yang ketat. Para peserta terpilih mengikuti masterclass terstruktur dan mentoring intensif yang didukung oleh Learning Management System (LMS) untuk memudahkan akses pembelajaran secara fleksibel. Fokus utama dari fase ini adalah penyusunan scale-up plan yang akan menjadi peta jalan pertumbuhan usaha mereka di masa depan.
Direktur lingkaran, Wendy Pratama, menekankan pentingnya pendampingan yang presisi dalam memacu pertumbuhan bisnis. Ia meyakini bahwa kolaborasi ini lahir dari kepercayaan bahwa UMKM dapat tumbuh lebih cepat jika dibekali pengetahuan yang tepat dan alat ukur yang jelas.
Menurutnya, melalui program ini, para peserta didorong untuk menerjemahkan strategi menjadi langkah nyata melalui scale-up plan dan pendampingan implementasi yang berkelanjutan.
Beberapa UMKM yang berhasil menonjol dalam program ini antara lain Creative Batik yang fokus pada inovasi ramah lingkungan, Semesta Agro Indonesia dengan konsep zero waste, Narasa Pangan Nusantara yang mengedepankan bahan lokal, Kriya Kite Indonesia sebagai usaha sosial pemberdayaan perempuan, serta Ikanesia Nusantara Akuamarin yang bergerak di bidang circular economy. Kelima UMKM ini telah membuktikan kesiapan mereka dalam memperluas dampak ekonomi dan sosial di sektornya masing-masing.
Memasuki tahun 2026, EMPOWERED+ akan beralih ke tahap akselerasi yang menitikberatkan pada implementasi rencana pertumbuhan dan pemberian dana stimulan (seed funding). Fase ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa strategi yang telah disusun dijalankan dengan disiplin dan dievaluasi secara berkala guna mengukur dampak nyata terhadap ketahanan ekonomi.
Menutup keterangannya, Ni Made Daryanti menegaskan bahwa dedikasi Allianz Indonesia akan terus berlanjut hingga tahap eksekusi akhir. Ia menyatakan bahwa komitmen pihaknya tidak berhenti pada fase pembelajaran saja, melainkan tahun 2026 akan menjadi fase penting untuk mengawal eksekusi, menjaga disiplin implementasi, dan mengukur dampak secara lebih terstruktur. Ia optimis bahwa UMKM yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan pada akhirnya akan berkontribusi signifikan pada ketahanan ekonomi nasional yang lebih luas.




