Menikah kini bukan lagi sekadar soal memilih tanggal atau konsep acara. Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, banyak calon pengantin mulai dihadapkan pada pilihan yang lebih realistis: mengalokasikan anggaran untuk pesta besar atau memprioritaskan kesiapan hidup setelah hari bahagia tersebut usai.
Perubahan cara pandang ini muncul di tengah tingginya biaya pernikahan di Indonesia. Data Bridestory mencatat mayoritas calon pengantin menyiapkan anggaran Rp250 juta hingga Rp500 juta untuk hari pernikahan mereka. Di sisi lain, tren pernikahan sederhana, termasuk menikah di KUA, juga mulai banyak dipilih karena dinilai lebih terjangkau.
Fenomena tersebut turut mencerminkan perubahan prioritas generasi muda. Survei JAKPAT 2025 menunjukkan Gen Z dan milenial kini cenderung memilih konsep pernikahan yang lebih simpel dan intim dibandingkan dengan pesta besar.
Dana ratusan juta rupiah yang sebelumnya dihabiskan untuk satu hari perayaan kini mulai dialihkan untuk kebutuhan jangka panjang, mulai dari rumah, modal usaha, tabungan, hingga kebutuhan rumah tangga setelah menikah. Pergeseran ini terlihat dari konsep pernikahan yang ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya dilakukan oleh konten kreator sekaligus founder Ruang A23, Arrofi Ramadhan.
Pernikahan Arrofi mengusung konsep yang lekat dengan identitasnya sebagai kreator dan desainer interior. Namun, di balik konsep tersebut, perhatian publik justru tertuju pada pilihan seserahan yang dinilai tidak biasa. Dilansir dari konten persiapan pernikahannya, Arrofi menyatakan, “Karena momennya menikah, saya tidak ingin memberikan sesuatu yang biasa saja. Seserahannya, saya ingin tetap punya nilai personal, bermanfaat untuk rumah tangga kami nanti, dan semoga bisa ikut membanggakan mertua juga,” ujar dia.
Cara Arrofi memilih seserahan dapat menjadi gambaran baru bagi pasangan muda dalam mempersiapkan kehidupan setelah menikah. Ada sejumlah hal yang bisa dipelajari dari pilihan tersebut, terutama bagi calon pengantin yang mulai memprioritaskan kebutuhan rumah tangga secara lebih matang dan realistis.
Pekerjaan Rumah Tangga Kerap Jadi Sumber Penyesuaian Setelah Menikah
Rutinitas rumah tangga sering kali menjadi tantangan baru bagi pasangan muda setelah menikah. Mulai dari mengatur waktu, membagi pekerjaan rumah, hingga menjaga kenyamanan bersama menjadi hal yang perlu disesuaikan sejak awal.
Karena itu, banyak pasangan mulai memilih barang yang benar-benar fungsional untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Arrofi misalnya, memilih mesin cuci sebagai bagian dari seserahannya karena dinilai lebih fungsional untuk membantu rutinitas rumah tangga sehari-hari.
Mobilitas Harian Kerap Jadi Tantangan Baru Setelah Menikah
Setelah menikah, kendaraan bukan lagi sekadar alat transportasi pribadi, tetapi juga penunjang aktivitas rumah tangga sehari-hari. Dari berangkat kerja, belanja kebutuhan rumah, hingga perjalanan bersama pasangan membuat kondisi kendaraan perlu lebih diperhatikan. Karena itu, Arrofi memilih aki mobil sebagai bagian dari seserahannya agar mobilitas harian bersama pasangan tetap berjalan lancar tanpa kendala.
Hunian Baru Sering Membutuhkan Banyak Penyesuaian
Menempati rumah setelah menikah kerap diiringi berbagai kebutuhan tambahan, mulai dari renovasi ringan hingga pemasangan furnitur dan dekorasi rumah. Kondisi ini membuat banyak pasangan mulai memikirkan perlengkapan yang bisa mendukung kebutuhan rumah tangga jangka panjang. Arrofi misalnya, sebagai profesional interior designer ia memilih bor listrik sebagai bagian dari seserahan karena dinilai akan banyak digunakan setelah menikah.
Menariknya, dia memilih berbagai produk Bosch sebagai bagian dari seserahannya karena dinilai relevan untuk kebutuhan rumah tangga jangka panjang. Bagi Arrofi, seserahan bukan lagi sekadar simbol, tetapi juga sesuatu yang fungsinya bisa terus digunakan setelah menikah. “Saya ingin ada sesuatu yang besar, fungsinya terasa terus, bukan hanya disimpan,” ujarnya.
Dipilih Arrofi sebagai bagian dari momen pernikahannya, Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Anggraeni Sofyan, menilai kenyamanan rumah tangga kerap ditentukan oleh hal-hal kecil yang berjalan dengan baik setiap hari.
Menurut dia, perubahan cara pandang pasangan muda seperti Arrofi juga sejalan dengan kampanye “Beres Bosch!” yang ingin menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu kehidupan rumah tangga menjadi lebih praktis dan nyaman. “Harapannya, produk-produk kami bisa membantu pasangan muda di Indonesia menjadi ‘mantu idaman’ yang kini semakin lekat dengan kesiapan menjalani kehidupan setelah menikah,” ujar Fenny.




