Moneter.id – Indeks acuan Nikkei Tokyo turun hampir 2% pada hari Senin (13/8). Hal
ini karena terpengaruh mata uang Lira Turki yang juga anjlok akibat ketegangan
yang tengah terjadi antara Ankara dan Washington. Penurunan Lira tersebut
memicu kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi yang lebih parah.
Indeks Nikkei 225 terkoreksi 1,98% atau 440,65
poin, ditutup menjadi 21,857.43, penurunan untuk sesi keempat berturut-turut,
sementara indeks Topix yang lebih luas merosot 2,13% atau 36,66 poin menjadi
1.683,50.
Mata uang lira sudah anjlok parah terhadap
dolar AS hingga 80% sejak awal tahun. Defisit transaksi berjalan (current account deficit) menganga lebar
dan inflasi mendekati 16%.
Investor juga sedang was-was karena keinginan Presiden Recep Tayyip
Erdogan untuk menurunkan suku bunga, sementara bank sentral ragu menaikkan
bunga acuan lebih tinggi.
Pada Senin pagi, lira diperdagangkan anjlok
sekitar 9% terhadap dolar AS di sekitar 6,99 lira per dolar. Sebelumnya lira
sempat terjun bebas ke level 7,24 sebelum kembali rebound setelah pemerintah
Turki menenangkan pasar dengan mengumumkan beberapa aksi ekonomi.
Reuters melaporkan, Menteri Keuangan Turki
Berat Albayrak mengatakan bahwa pemerintah memiliki rencana untuk mencegah
kejatuhan lira yang lebih dalam lagi. “Otoritas
Turki akan mengambil langkah yang diperlukan mulai hari Senin ini,” kata Albayrak.
Namun, Reuters mengatakan
sangat sedikit detil yang diberikan pemerintah terkait langkah tersebut.
(HAP)




