Minggu, Maret 1, 2026

Antisipasi kredit macet, Bank Mandiri tambah CKPN senilai Rp1 triliun

Must Read

Moneter.id

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana menambah Cadangan Kerugian Penurunan
Nilai (CKPN) senilai Rp1 triliun untuk mengantisipasi kredit macet akibat
pandemi COVID-19.

Kata Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri, Ahmad
Siddik Badruddin, sepanjang 2020 lalu Bank Mandiri telah melakukan restrukturisasi
sekitar Rp123 triliun dan menjadi Rp93 triliun pada akhir tahun. Dari Rp93
triliun tersebut, diperkirakan ada sebagian dari debitur pada akhir tahun ini
atau tahun depan akan menjadi kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) karena diperkirakan tidak bisa bangkit
kembali.

“Untuk mengantisipasi sebagian dari yang akan
jatuh ke NPL, kita sudah sisihkan optional atau build up CKPN dari bulan April (2020)  sampai sekarang. Tahun lalu sekitar Rp4,5
triliun kita sudah sisihkan khusus untuk debitur restrukturisasi COVID-19 yang
kita perkirakan mungkin jatuh ke NPL. Tahun ini pun kita rencanakan akan kita
tambah Rp1 triliun,” katanya di Jakarta, Senin (15/3).

Jelasnya, apabila debitur restrukturisasi tersebut
tidak bisa bangkit kembali, perseroan sudah siap dengan pencadangan yang sudah
disisihkan sehingga tidak mengganggu performa perseroan tahun ini atau tahun
depan.

“Kemudian yang kita perkirakan sebenarnya jatuh
NPL sekarang di bawah 8 persen. Initially tahun lalu kita pikirkan sekitar 11
persenan, tapi dengan berjalannya waktu ternyata beberapa debitur tersebut
banyak dari mereka yang sudah bisa menyesuaikan business model-nya,” kata Siddik.

Ia meyakini jumlah debitur yang direstrukturisasi
kreditnya akan semakin berkurang seiring dengan pelaksanaan vaksinasi dan juga
mulai pulihnya perekonomian domestik. Dari debitur yang sudah menyelesaikan
program restrukturisasi sampai akhir tahun, ujar Siddik, hanya 0,3-0,4 persen
yang menjadi NPL.

“Selebihnya bisa melanjutkan dan get off from restructuring programme.
Untuk debitur yang belum sembuh 100 persen, kita beri restrukturisasi ulang.
Jadi hanya debitur yang benar-benar tidak ada harapan yang akan kita down grade ke NPL,” katanya.

Sementara itu untuk debitur yang masih ada harapan
akan dibantu dengan stimulus program dari pemerintah seperti program penjaminan
kredit dari Jamkrindo dan Askrindo untuk segmen UMKM dan penjaminan kredit
untuk segmen korporasi.

“Kita gunakan semua program itu untuk bantu para
debitur kita yang dulunya bagus untuk going
through crisis
, sehingga nanti setahun lagi crisis over mereka siap untuk kembali. Jadi kita cukup optimis
program-program yang kita laksanakan akan dapat membantu debitur tersebut
bangkit dan bisa me-minimize potensi down grade ke NPL,” ujar Siddik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img