Minggu, Maret 1, 2026

Asbisindo: Bank syariah harus berperan dorong pemulihan ekonomi nasional

Must Read

Moneter.id
– Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Hery Gunardi menyatakan
sebagai salah satu instrumen ekonomi di Tanah Air, perbankan syariah harus
berperan dan berkontribusi lebih besar untuk membantu Pemerintah dalam upaya
pemulihan ekonomi nasional yang sempat terkontraksi akibat dampak pandemi
Covid-19.

“Bank-bank syariah sebagai salah satu instrumen
ekonomi harus berperan, mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung
Pemerintah yang tengah berjuang memulihkan perekonomian nasional dari dampak
pandemi Covid-19,” ujar Hery
dalam
acara halal bihalal dengan Wakil Presiden Republik Indonesia KH Maruf Amin,
yang dilaksanakan secara daring di Jakarta, Jumat (28/5).

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19, bank yang
menerapkan sistem syariah masih menunjukan kinerja keuangan yang baik.
Hal ini menunjukkan bahwa
literasi dan inklusi perbankan syariah semakin membaik
,” paparnya.

Diketahui, kontribusi
aset perbankan syariah di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional menunjukan
kenaikan 13,11 persen per tahun, kontribusi pembiayaan naik 8 persen dan
kontribusi dana pihak ketiga (DPK) naik 11 persen.

Hery pun menjelaskan bahwa perkembangan
bank syariah di Indonesia telah menjadi perhatian dunia. Hal ini ditunjukkan
dari penilaian majalah Forbes pada Mei 2021.

Ada 3 bank syariah di Indonesia yang
menjadi World Best Banks 2021, yaitu
Bank Syariah Indonesia Tbk., BCA syariah dan Bank Muamalat Indonesia.

Baca juga: Baru berumur jagung, BSI dinobatkan
sebagai bank terbaik versi Forbes

Baca juga: Bank Muamalat Indonesia masuk jajaran
‘World’s Best Banks 2021’ versi Majalah Forbes

Perbankan
syariah melalui Asbisindo akan selalu mengacu pada tiga cara, yaitu menghimpun
semua potensi bank syariah yang ada di Indonesia. Sehingga siar ekonomi syariah
sebagai dakwah bilhal akan meningkatkan kesejahteraan umat.

Kedua, membina dan mengembangkan bank
syariah sehingga menjadi bank yang sehat, berkembang dan memberikan manfaat
bagi masyarakat. Ketiga, menjadi mitra utama bagi pemerintah dan regulator
dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia.

Sementara, Wakil
Presiden Maruf Amin memberikan apresiasi yang tinggi terhadap bank syariah yang
telah berperan nyata dalam pemulihan ekonomi nasional saat ini. Wakil Presiden
memberikan pesan kepada bank syariah agar tetap berdaya tahan tinggi, daya
saing tinggi, serta selalu memberikan kontribusi yang positif terhadap
pemulihan ekonomi nasional.

“Bank
syariah diharapkan mengikuti roadmap dari OJK melalui tiga pilar yaitu
penguatan identitas perbankan syariah, sinergi ekosistem ekonomi syariah dan
penguatan pengaturan, perijinan dan pengawasan,
kata Wapres.

Mengacu pada data OJK, selama pandemi
Covid-19 industri perbankan syariah di Indonesia tetap tumbuh positif.
Buktinya, sepanjang tahun lalu pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah
mencapai 8,08 persen.  Pertumbuhan tersebut berlanjut pada Januari
2021 yang mencapai 8,17 persen secara tahunan.

Baca juga: BSI sebut pertumbuhan ekonomi 2021 mendekati 5 persen

Hingga akhir 2020 lalu pangsa pasar perbankan
syariah Indonesia berada di level 6,51 persen. Pencapaian itu meningkat pada
Januari 2021 sebesar 6,55 persen. Data OJK pun menunjukan bahwa industri
perbankan syariah memiliki aset sekitar Rp600 triliun dan mengelola DPK atau
simpanan masyarakat sebesar Rp473 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img