Moneter.id – PT ASDP Indonesia Ferry menyebut kebutuhan
belanja modal perseroan sepanjang 2020 sebesar Rp1,6 triliun akan alokasi untuk
pembelian kapal, revitalisasi pelabuhan dan digitalisasi.
“Paling besar penambahan
armada, jadi kita mau beli kapal yang lainnya itu revitalisasi pelabuhan dan
digitalisasi,” kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi,
Kamis (6/2/2020).
Kata Ira, pihaknya akan membeli 54
kapal dan tahun ini 11 kapal. Saat ini ASDP memiliki 151 kapal dan mengelola 52
kapal milik perusahaan swasta. “Untuk revitalisasi pelabuhan, yakni
Ketapang, Gilimanuk, Ketapang, Kayangan, Padangbai dan Lembar,” ucapnya.
Sementara untuk digitaliasi,
lanjutnya, akan menghilangkan pembelian tiket secara manual dan beralih ke
sistem daring atau online).
“Kita bertahap kira-kira dalam
waktu dekat ini. Kebayang ada 35 pelabuhan dan 245 lintasan. Kita harapkan
artinya tidak semua pelabuhan itu milik ASDP, ada yang punya kita 35. Kita
berharap dalam waktu satu hingga 1,5 tahun sudah fully digitalized,” katanya.
Ucapnya, digitalisasi dan pembayaran
nontunai merupakan fokus ASDP untuk menjadi game
changer, selain no go show atau
tidak ada lagi pembelian tiket dadakan di pelabuhan dan joint operations.
“Game changer pertama sungguh-sungguh mengubah industri
penyeberangan dengan digitalisasi, kemudin per 1 Maret tidak ada lagi orang go show, semuanya harus reservasi
online, dengan itu manifest bisa diprediksi atau dibuat sebelum
perjalanan,” katanya.
Dengan reservasi daring, lanjut dia,
diharapkan tidak ada lagi antrean panjang pembelian tiket terutama saat
Lebaran.
Ira mengatakan joint operations, yakni mengelola kapal milik orang lain yang
disebut menguasai tanpa harus memiliki kapal.
“Mengelola kapal milik orang
lain yang disebut menguasai tanpa harus memiliki, sekarang kita sedang
berbincang dengan perusahaan lain yang tertarik agar kapalnya kami kelola
karena lebih efisien lagi,” kata Ira.




