Moneter.co.id – PT Bank
Tabungan Negara (Persero) Tbk.membukukan laba bersih hingga 15,59% yoy atau
menjadi Rp3,02 triliun pada 2017. Hal ini karena berkembangnya sektor properti,
sehingga perusahaan berkode emiten BBTN ini mampu tumbuh dua digit di saat
industri mencatatkan pertumbuhan satu digit.
Direktur
Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan akhir tahun lalu, laba
bersih perseroan tumbuh 15,59% yoy menjadi Rp3,02 triliun, ditopang penyaluran
kredit yang naik 21,01% menjadi Rp198,99 triliun.
Sebelumnya BTN sempat
berharap masuk peringkat lima besar kepemilikan aset per akhir tahun 2017, namun
tidak tercapai. “Tahun lalu masih selisih Rp2 triliun,” ujarnya, Selasa (20/2).
Tahun ini, BTN tetap
optimistis mengejar pertumbuhan dua digit dan optimistis masuk di kelompok 5
besar kepemilikan aset. “Tahun ini proyeksi aset tumbuh sekitar 20%,” tambah
Iman.
Beberapa tahun terakhir,
kenaikan aset BTN terus berada di atas level 20% dan membuat rankingnya
meningkat satu level dari posisi ranking 7 pada 2015. Bank spesialis kredit
perumahan itu membukukan total aset Rp261,37 triliun sepanjang 2017, tumbuh
22,0% (yoy).
Oleh karena itu, selisihnya
semakin tipis dan berpeluang menggeser posisi ranking 5 bank beraset terbesar
yang saat ini diduduki PT Bank CIMB Niaga Tbk. dengan jumlah aset Rp263,46
triliun.
(HAP)




