Moneter
– PT Astra International Tbk (ASII) mencatat pendapatan Rp 167,4 triliun kuartal
III-2021. Realisasi
pendapatan itu naik 28% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 130,34 triliun.
“Perseroan
juga mencatat laba bersih Rp 14,97 triliun hingga kuartal III–2021. Laba bersih itu naik 7% dari periode sama tahun
sebelumnya Rp 14,03 triliun,” tulis perseroan
diketerangan resminya, Senin (01/11).
Selain itu, perseroan juga
mencatat laba bersih per saham naik tujuh persen dari Rp 347 hingga kuartal III–2020 menjadi Rp 370
hingga kuartal III–2021.
Nilai aset bersih per saham pada 30
September 2021 sebesar Rp 4.114 meningkat 7%
dibandingkan 31 Desember 2020. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan
divisi jasa keuangan Grup, mencapai Rp25,5 triliun pada 30 September 2021,
dibandingkan Rp7,3 triliun pada akhir tahun 2020 yang disebabkan oleh kinerja
penjualan yang membaik serta realisasi belanja modal dan modal kerja yang
relatif rendah.
Kemudian, perseroan
juga membukukan beban pokok pendapatan naik dari Rp 101,04 triliun hingga
September 2020 menjadi Rp 131,14 triliun hingga September 2021.
Alhasil,
laba bruto perseroan naik 23,7%
menjadi Rp 36,25 triliun hingga kuartal III–2021
dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,30 triliun.
Beban
penjualan turun dari Rp 8,43 triliun hingga kuartal III–2020 menjadi Rp 7,40
triliun hingga kuartal III 2021. Namun, beban umum dan administrasi naik dari
Rp 10,11 triliun hingga kuartal III–2020
menjadi Rp 10,56 triliun hingga kuartal III–2021.
Perseroan mencatat bagian atas hasil
bersih ventura bersama naik dari Rp 1,72 triliun menjadi Rp 3,69 triliun hingga
September 2021. Bagian atas hasil bersih entitas asosiasi naik menajdi Rp 935
miliar hingga September 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 356 miliar.




