Selasa, Maret 3, 2026

Awal Bulan Depan, PT Dana Brata Luhur Bakal Lepas 35 Juta Unit Saham

Must Read

Moneter.id – PT
Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana atau
initial public offering (IPO) saham
dengan melepas sebanyak 2,7% atau setara 35 juta unit saham. Dari aksi
korporasi ini, perseroan menargetkan pencatatan saham perdana atau
listing di BEI pada 7 November 2019
mendatang.

Disebutkan,
perseroan telah menunjuk Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar
Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Dimana masa penawaran awal atau
bookbuilding dimulai pada Rabu, 23
Oktober hingga 25 Oktober.

“Perseroan
berharap pernyataan efektif dari OJK pada 1 November 2019 dan masa penawaran
umum akan dilakukan pada 4 November,” tulisnya di Jakarta, Senin (21/10).

Perseroan
menyebutkan, dana hasil IPO sebagian besar akan digunakan untuk menambah modal
kerja anak usaha perseroan. Dimana sekitar 80% akan digunakan untuk kebutuhan
modal kerja PT Talenta Bumi (TB), dan sisanya sekitar 20% akan digunakan untuk
mendanai kebutuhan modal kerja perseroan.

Sebagai
informasi, saat ini pemegang saham terbanyak perseroan dimiliki oleh institusi
yakni PT Prima Mineral Utama sebanyak 66,53%.

Kemudian
PT Andhika Raya Semesta sebesar 6,74%, lalu PT Trans Coalindo sejumlah 5,72%
dan sisanya dimiliki oleh perorangan.

Pada
semester I/2019, Dana Brata membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 164,11
miliar, atau menngkat dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 13
miliar.

“Sebagian
besar kenaikan berasal dari konsolidasi pendapatan usaha Talenta Bumi ke dalam
laporan keuangan perseroan. Dengan terjadinya konsolidasi tersebut, terdapat
tambahan sumber pendapatan baru yang berasal dari kegiatan usaha Talenta Bumi
yaitu fasilitas penunjang pertambangan yang terdiri dari jasa pelabuhan dan
jasa fasilitas jalan,” tulis perseroan.

Sementara
itu, perseroan mencatatkan penurunan pada laba periode berjalan yang
diatribusikan kepada entitas induk menjadi Rp 18 miliar pada semester I/2019,
dari sebelumnya sebesar Rp 130,21 miliar.

Sedangkan
jumlah aset perseroan tercatat sebesar Rp 973 miliar pada 30 Juni 2019, naik
8,35% dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp 898 miliar. Peningkatan aset
perseroan di kontribusi dari aset lancar sebesar Rp 228 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp 744 miliar.

Bersamaan
dengan IPO, perseroan juga akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan
konversi Mandatory Convertible Loan (MCL) senilai Rp 274 miliar pada tanggal
penjatahan sampai dengan tanggal pencatatan dengan jumlah sebanyak 250 juta
unit saham atau setara dengan 20,00% total modal disetor penuh sebelum IPO.

Sementara,
setelah dilaksanaan IPO saham, perseroan juga menjanjikan dividen sebesar 50%
dari laba bersih tahun buku yang dimulai sejak tahun buku 2019.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img