Rabu, Januari 14, 2026

Bakal Bersinergi, Asean Siap Jadi Pabrikan Manufaktur Terdepan di Asia

Must Read

Moneter.id – Negara-negara di kawasan Asia Tenggara sedang
meningkatkan kemampuan dan menyiapkan kolaborasi bersama untuk menjadi basis
manufaktur terdepan di Asia (
factory
Asia’s next frontier
) serta mengambil peluang dengan memasuki era revolusi
industri 4.0.

“Ke depan itu bukan lagi persoalan kekuatan
masing-masing, tetapi lebih kepada kerja sama antara negara anggota Asean yang
saling menguntungkan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat
menjadi narasumber pada diskusi panel World Economic Forum (WEF) on Asean di
Hanoi, Vietnam, Kamis (13/9).

Menperin menyebutkan, beberapa strategi yang perlu
dilakukan negara-negara di Asean supaya industri manufakturnya berdaya saing
global, antara lain adalah meningkatkan kapabilitas manufaktur mereka yang maju
dan diperlukan kebijakan untuk menarik investasi.

Selanjutnya, teknologi baru harus diadopsi dan dibutuhkan
keterampilan pekerja dalam menanganinya. “Dengan industri 4.0, tentunya
menimbulkan kesempatan baru yang membutuhkan kerja sama untuk reskilling maupun up-skilling terhadap kompetensi sumber daya manusia (SDM) di
masing-masing negara Asean,” jelas Airlangga.


Baca juga: Indonesia-Vietnam Sepakat Hapus Hambatan Dagang Produk Industri

 

Menurutnya, seluruh tenaga kerja yang berketerampilan
tinggi akan menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang
lebih inklusif. Selain itu, yang perlu diperhatkan adalah mendorong industri
kecil dan menengah (IKM) ikut berpartisipasi dalam transformasi tersebut.

“Negara-negara ASEAN harus mempertimbangkan kolaborasi
timbal balik sebagai sarana mempercepat transformasi dan mengatasi tantangan
secara bersama. Mereka juga harus memanfaatkan kekuatan masing-masing negara
dan menciptakan sinergi di antara mereka sendiri,” papar Menperin.

Sebelumnya, di depan sejumlah pemimpin negara, Presiden
Joko Widodo mengajak mereka bersama-sama mendorong peningkatan ekonomi bukan
lagi dari sumber daya alam, melainkan SDM yang tidak terbatas. Menariknya,
Jokowi menyampaikan hal itu dengan menyitir film Avengers: Infinity War.

“Kita tahu, dalam film tersebut muncul sosok bernama
Thanos yang mengancam akan memusnahkan setengah populasi bumi, dengan alasan
sumber daya yang kian terbatas. Namun kenyataannya, sumber daya untuk manusia
tidak terbatas,” tegasnya.

Menurut Jokowi, SDM menjadi faktor penting dalam
impelementasi industri 4.0. Di sampng itu, didukung perkembangan teknologi
terkini yang akan mampu menghasilkan peningkatan efisiensi dan memberikan
kemampuan untuk sumber daya lebih banyak dari sebelumnya.

“Saya percaya revolusi industri 4.0 ini akan
menciptakan banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesetaraan. Karena salah
satu aspek penting dari industri 4.0 adalah turunnya biaya produksi dan jasa
sehingga harga barang semakin murah dan mudah dijangkau kalangan berpenghasilan
rendah,” ungkapnya.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img