Rabu, Maret 4, 2026

Bakal IPO, Restoran Siap Saji Ini Akan Lepas Rp 505 per Lembar Saham

Must Read

Moneter.id – PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI) menetapkan harga saham
dalam penawaran umum perdana atau
initial
public offering
(IPO) senilai Rp505 per saham atau senilai Rp259,23 miliar.

Berdasarkan informasi resmi JBI di Jakarta, Senin (17/9)
dijelaskan emiten pengelola jaringan restoran The Duck King ini akan melepas
sebanyak-banyaknya 513,33 juta sama atau setara dengan 40% dari modal
ditempatkan dan disetor setelah IPO.

”Selain IPO, perseroan juga menggulirkan program opsi kepemilikan
saham oleh karyawan (employee stock
allocation
/ESA) sebanyak-banyaknya 0,1% dari jumlah saham IPO atau 513.000
saham,” tulisnya.

Di
samping itu, tulis perseroan, JBI juga akan memberikan opsi kepemilikan saham
oleh manajemen (MESOP) sebanyak-banyaknya 10% saham dari portapel atau sekitar
128,33 juta.

Nantinya, susunan pemegang saham Jaya Bersama Indo
setelah IPO, ESA dan MESOP, terdiri atas PT Asia Kuliner Sejahtera dengan porsi
54,543%, Itek Bachtiar 0,003%, masyarakat 36,327%, dam ESA 0,036%,dan MESOP
9,091%.

Perseroan
akan menggunakan 80% dari dana hasil IPO untuk pembukaan gerai baru di beberapa
lokasi di Indonesia, di antaranya beberapa kota di Jawa, Bali, Sulawesi dan
Kalimantan, serta luar negeri, yaitu Vietnam, Kamboja dan Myanmar.

“Dana tersebut akan diserap untuk keperluasn renovasi
gerai restoran yang ada untuk mendukung kesinambungan seluruh jaringan gerai
restoran entitas Jaya Bersama Indo, seperti The Duck King, Imperial Chef dan
Fook Yew,” tulisnya lagi.

Sisanya,
sekitar 20% akan digunakan untuk modal kerja dan untuk meningkatkan kapabilitas
operasional perseroan dan entitas anak.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Jaya Bersama Indo, Dewi Tio
mengatakan, perseroan menganggarkan dana sekitar Rp670 miliar hingga tiga tahun
ke depan untuk membuka gerai baru yang direncanakan sebanyak 48 gerai.

”Capex untuk ekspansi, 80% dari IPO. Kita butuh tiga
tahun senilai Rp670 miliar dengan rincian tambah 11 gerai 2018, 18 gerai di
2019 dan 19 gerai di 2020,” ujarnya.

Menurutnya,
JBI menjadi salah satu jaringan restoran yang paling cepat berkembang dengan
jumlah gerai sebanyak 35 yang tersebar di sembilan kota di Indonesia.

“Saat ini, perusahaan memiliki tiga merek utama yaitu The
Duck King, Fook Yew dan Panda Bowl, serta tujuh sub-merek dari The Duck King
untuk menangkap permintaan di segmen konsumen kelas menengah yang sedang tumbuh
di Indonesia dan tumbuh sebagai merek internasional,” pungkasnya.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img