Moneter.co.id – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sulawesi dan
Maluku membangun kesadaran merek kepada para awak media
perwakilan 25 media di Kota Makassar.
“Kami
masih menemukan ada media yang keliru membedakan antara BPJS Kesehatan dan BPJS
Ketenagakerjaan, misalnya ada berita mengenai lembaga lain, tetapi foto atau
logo yang ditampilkan adalah BPJS Ketenagakerjaan,” kata Asisten Deputi Wilayah
Bidang Manajemen Mutu dan Risiko Nazarullah pada Media Gathering BPJS
Ketenagakerjaan Kanwil Sulawesi Maluku di Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel),
Sabtu (25/11).
Nazarullah
berharap melalui kegiatan yang mengusung tema “Membangun Sinergi bersama
Media untuk Meningkatkan Brand Awarness BPJS Ketenagakerjaan,” ini
teman-teman di media mampu membedakan kedua lembaga penyelenggara jaminan
sosial tersebut. “Melalui
media gathering ini, kami mengajak semua jurnalis untuk mengenal lebih jauh
tentang BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.
Ia
menjelaskan, pada tanggal 1 Januari tahun 2014, terdapat dua lembaga resmi
tebentuk sesuai amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 Tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial yakni BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan
transformasi dari PT Jamsostek (Persero) dan BPJS Kesehatan yang sebelumnya
adalah PT ASKES (Persero).
Menurutnya,
BPJS Ketenagakerjaan akan mengelola empat program yakni, Jaminan Hari Tua,
Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun bagi pekerja di
seluruh Indonesia sementara BPJS Kesehatan fokus memberikan pelayanan kesehatan
bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Jadi
ada dua lembaga jaminan sosial di Indonesia, kami harap rekan-rekan media bisa
memahami baik itu di tingkat reporter hingga redaktur, sehingga kekeliruan
dalam menayangkan berita tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, sehingga
masyarakat yang menerima informasi dapat mengenal dengan baik BPJS
Ketenagakerjaan,” tegasnya. (HAP)




