Selasa, Oktober 13, 2026

Bank DBS Gandeng JULO, Salurkan Rp500 Miliar untuk Perluas Inklusi Keuangan di Indonesia

Must Read

PT JULO Teknologi Finansial (JULO) menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank DBS Indonesia (DBS) dalam skema penyaluran kredit (loan channeling).

Kerja sama ini telah berjalan selama satu tahun sejak Agustus 2025, dengan limit pendanaan mencapai Rp500 miliar. Selama satu tahun pelaksanaan loan channeling tersebut, JULO juga telah menyalurkan  Rp640 miliar pendanaan kepada pengguna untuk memenuhi beragam kebutuhan finansial, mulai dari biaya pendidikan, renovasi rumah, hingga kebutuhan sehari-hari.

Kolaborasi ini semakin memperkuat peran platform kredit digital seperti JULO dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia, di tengah penetrasi kredit yang masih berada di sekitar 5% dari total populasi. Sebagai penggerak ekosistem kredit digital, JULO menerapkan teknologi analisis risiko berbasis data dan machine learning, serta memanfaatkan integrasi dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil) untuk mendukung proses penilaian dan verifikasi kredit.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya JULO memastikan penyaluran kredit dilakukan secara aman dan tepat guna. Hal tersebut tercermin dari kemampuan JULO mempertahankan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) sebesar 99,25% per Agustus 2026, sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Harri Suhendra, Presiden Direktur JULO, menyambut baik kolaborasi tersebut, “Kerja sama ini bukan hanya tentang pendanaan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dalam ekosistem kredit digital di Indonesia. Selama satu tahun terakhir, dukungan Bank DBS Indonesia telah membantu JULO memperluas akses pembiayaan bagi lebih banyak masyarakat underbanked, termasuk untuk kebutuhan produktif seperti modal usaha dan pendidikan. Ke depannya, kami akan terus memperkuat kolaborasi ini untuk menghadirkan akses kredit digital yang semakin inklusif, aman, dan bertanggung jawab kepada lebih dari 3 juta pengguna JULO.”

Head of Ecosystem & Digital Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Willy Lawy, menambahkan, “Kolaborasi dengan JULO merupakan bagian dari komitmen kami untuk memperluas akses keuangan ritel secara aman dan bertanggung jawab. Selama satu tahun berjalan, dukungan teknologi dan pendekatan berbasis data telah membantu memperluas penyaluran pembiayaan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.”

Sebagai bagian dari komitmen mewujudkan inklusi finansial, JULO menawarkan limit kredit hingga Rp50 juta dengan pilihan tenor hingga 12 bulan. Saat ini, JULO telah menjangkau 3,3 juta pengguna di 38 provinsi di Indonesia. Dengan pendekatan berbasis data dan risiko, JULO terus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya kelompok underbanked yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kredit formal. Upaya memperluas akses pembiayaan juga berjalan seiring dengan semakin berkembangnya ekosistem pinjaman daring (Pindar) di Indonesia. Hingga Juli 2026, outstanding pembiayaan Pindar tercatat mencapai Rp105,63 triliun, tumbuh 24,76% secara tahunan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Bacha Coffee Membuka Gerai Travel Retail Pertama di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Didirikan pada tahun 1910 di Marrakech, Bacha Coffee melanjutkan perjalanan globalnya dengan membuka butik terbarunya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img