Kamis, Januari 15, 2026

Bank Mandiri Bakal Jual Aset Senilai Rp 80 Miliar

Must Read

Moneter.co.id – PT Bank Mandiri akan menjual aset berupa tanah dan bangunan
yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia dengan nilai pasarnya mencapai
Rp80 miliar.

Direktur Operasional Bank Mandiri Ogi Prastomiyono menjelaskan
aset tersebut akan dijual karena dalam posisi tidak termanfaatkan. Aset-aset
tersebut tersebar di 13 titik di beberapa provinsi, di antaranya Jakarta dan
Papua.

“Nanti uang hasil penjualan untuk investasi membangun
rumah dinas bagi karyawan yang ada di daerah,” katanya pada peresmian
rumah dinas Griya Mandiri Lombok Langko di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat,
Jumat (9/3) dilansir dari Antara.

Perusahaannya, lanjut Ogi, akan mengoptimalkan seluruh aset
tanah dan bangunan yang dimiliki. Pasalnya, banyak aset yang belum dioptimalkan
sejak berdirinya Bank Mandiri pada 1999.

Bank Mandiri merupakan penggabungan dari empat bank milik
Pemerintah Indonesia, yakni Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN),
Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia
(Bapindo).

Menurut Ogi, lokasi aset dari empat bank yang sudah digabung
tersebut berdekatan, sehingga di satu daerah ada yang melebihi dari kebutuhan.
Pada satu sisi, ada kota-kota baru di Indonesia, namun Bank Mandiri belum
memiliki aset di sana.

“Ada kota-kota baru yang tumbuh sebagai dampak dari
desentralisasi pemerintahan. Nah Mandiri belum punya aset di kota baru
tersebut, sehingga perlu membeli dari dana penjualan aset yang belum optimal di
daerah lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ogi menambahkan hasil penjualan aset akan
diarahkan untuk memperbanyak rumah dinas bagi karyawan yang memegang jabatan
strategis di daerah, seperti kepala kantor cabang dan manager.

Selama ini, para karyawan di daerah lebih banyak menyewa
perumahan dengan dana dari perusahaan. Bahkan, ada pegawai yang tidak mau
menempati rumah dinas yang sudah ada karena ukurannya yang relatif besar dan
lahannya yang cukup luas sehingga membebani biaya renovasi dan pemeliharaan.

Oleh sebab itu, kata dia, dengan memperbanyak pembangunan
rumah dinas dengan standar perusahaan, diharapkan bisa menekan biaya
pengeluaran untuk sewa rumah dinas bagi karyawan di daerah. Pasalnya, sebesar
85 persen rumah dinas yang ditempati karyawan statusnya masih sewa.

“Kalau biaya membangun perumahan untuk karyawan dibagi
dalam waktu 20 tahun, ternyata jatuhnya lebih kecil dibandingkan sewa. Jadi
akan lebih hemat dan karyawan lebih senang tinggal,” katanya.

Peresmian 14 unit rumah dinas yang mampu menampung 33
karyawan di Griya Mandiri Lombok Langko tersebut dihadiri oleh Kepala
Operasional Bank Mandiri Regional XI Bali-Nusa Tenggara Harsono Rudi. Hadir
juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achris Sarwani, dan Kepala Bagian
Pengawasan OJK NTB Hj Aprillah HS.


(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img