Moneter.id
–
PT Bank QnB Indonesia Tbk menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan
(PUB) I Tahap III Tahun 2020 sebesar Rp 448 miliar dengan tingkat bunga tetap
sebesar 6,25% per tahun. Perseroan menargetkan menghimpun dana dari obligasi
PUB I itu mencapai Rp 1 triliun.
Obligasi PUB I ini memiliki jangka waktu selama 367
hari. Obligasi akan dibayarkan penuh (bullet
payment) dari jumlah pokok pada saat jatuh tempo.
“Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran
Umum Obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan
oleh Perseroan untuk modal kerja dalam rangka pengembangan usaha dalam bentuk
ekspansi kredit,” tulis perseroan diketerangan resminya, Senin (12/10/2020).
Sebelumnya perseroan telah menerbitkan PUB I Tahap I
dan II Tahun 2019, masing-masing sebesar Rp 100 miliar dan Rp 452 miliar.
Dalam rangka penerbitan obligasi, perseroan telah
memperoleh pemeringkatan atas efek utang jangka panjang AAA (triple A) dari PT
Fitch Ratings Indonesia (Fitch).
Adapun sebagai penjamin pelaksana dan penjamin emisi
adalah PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas. Sedangkan
bertindak sebagai wali amanat yakni PT Bank Permata Tbk.
Turut terlampir masa penawaran umum pada 22-26 Oktober
2020. Tanggal distribusi secara elektronik pada 3 November 2020. Serta tanggal
pencatatan pada BEI diperkirakan pada 4 November 2020.
Manajemen QnB Indonesia memaparkan, risiko utama yang
dihadapi perseroan adalah risiko kredit, sehubungan dengan kelancaran
pembayaran kembali pokok dan/atau bunga pinjaman.
Apabila jumlah kredit yang dikembalikan cukup
material, dapat mempengaruhi kinerja perseroan. Sedangkan risiko yang mungkin
dihadapi investor pembeli obligasi adalah tidak liquidnya obligasi yang
ditawarkan dalam penawaran umum itu. Antara lain disebabkan karena tujuan
pembelian obligasi merupakan investasi jangka panjang.
Selanjutnya, dalam pernyataan utang, perseroan
menggunakan laporan keuangan di paruh pertama tahun ini.
Berdasarkan Laporan keuangan Perseroan untuk periode yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2020, perseroan mempunyai liabilitas keseluruhannya
berjumlah Rp 17,84 triliun.
Rinciannya, kewajiban keuangan Perseroan yang akan
jatuh tempo dalam jangka waktu 3 bulan ke depan terhitung sejak tanggal
Informasi Tambahan ini diterbitkan adalah sebesar Rp 14,06 triliun. Nilai itu
akan dilunasi dengan arus kas internal maupun instrumen pendanaan lainnya.
Selain itu, QnB Indonesia tercatat memiliki total aset
mencapai Rp 21,39 triliun per Juni 2020. Pada saat yang sama, return of asset (RoA) sebesar -4,83% dan
return of equity (RoE) sebesar -36,33%.
Sedangkan non performing loan (NPF)
net tercatat sebesar 3,93% dan NPL bruto sebesar 9,56%.
Perseroan menambahkan,
obligasi tidak dijamin dengan suatu agunan khusus. Tetapi dijamin dengan
seluruh kekayaan perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak,
baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari menjadi jaminan bagi
Pemegang Obligasi ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan 1132 Kitab
Undang Undang Hukum Perdata.




