Moneter.co.id – PT Bank Sahabat Sampoerna memprediksi kinerja keuangannya pada kuartal I/2017 akan gemilang. Perseroan optimistis penyaluran kreditnya akan mencapai angka Rp6,15 triliun atau tumbuh 26% dari periode yang sama tahun lalu Rp4,88 triliun. Membaiknya iklim ekonomi dalam negeri dan juga global menjadi salah satu motor pendorong sebaran kredit entitas usaha Sampoerna Grup itu.
Corporate Communications and Investor Relation Head Bank Sahabat Sampoerna Ridy Sudarma mengatakan kredit perseroan masih bertumpu pada sektor usaha menengah kecil dan mikro, sekitar 70% dari total kredit perseroan disalurkan ke segmen tersebut.
“Penyaluran kredit ke UKM Rp1,69 triliun dan Rp2,61 triliun ke sektr mikro. Sementara 30% tersisa atau sekitar Rp1,84 triliun disalurkan ke institusi keuangan seperti lembaga pembiayaan, modal ventura dan lembaga keuangan lainnya,” katanya, Selasa (18/4).
Pertumbuhan kredit perseroan sejalan dengan perolehan dana pihak ketiga (DPK). “Di tiga bulan pertama tahun ini pertumbuhan DPK diproyeksikan dapat mencapai angka 28% dari Rp5,1 triliun di kuartal pertama tahun lalu menjadi Rp6,54 triliun,” jelas Ridy.
Dengan perolehan tersebut alhasil rasio pinjaman terhadap modal atau loan to deposit ratio (LDR) perseroan berhasil dijaga di level 93,07%. Pada periode Januari hingga Maret 2016 LDR Bank Sampoerna bertengger diangja 93,39%.
“OJK menetapkan LDR industri perbankan berada di rentang 80% hingga 92% dengan catatan rasio kecukupan modal dibawah 14%,” ujarnya.
Rep.Top




