Selasa, Januari 27, 2026

Baristand Industri Surabaya Luncurkan Inovasi Berbasis Industri 4.0

Must Read

Moneter.id – Sektor manufaktur
di seluruh dunia sedang bertransformasi untuk menyambut
era
r
evolusi industri 4.0. Era tersebut menekankan kolaborasi antara
proses manufaktur dengan
dunia digital, khususnya
melalui
pemanfaatan
platform
Internet of
Things.

“Tujuan transformasi itu adalah mencari langkah-langkah strategis
yang dapat lebih
mengefisienkan
dan mengoptimalkan proses produksi
agar mencapai output yang maksimal

dan berkualitas,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI)
Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara di Jakarta, Jumat (30/11)
.

Menurut Ngakan, guna
memastikan
implementasi
industri 4.0
bisa mencapai sasaran itu, pihaknya aktif memberikan
arahan kepada
balai-balai
di lingkungan
Kemenperin
untuk merevitalisasi komponen-komponen di dalamnya seperti peralatan
laboratorium
. Bahkan juga gencar mendorong kegiatan riset yang berbasis industri 4.0.

“Hasil-hasil
litbang dan inovasi dari Kemenperin banyak yang telah dimanfaatkan oleh
para pelaku industri di dalam
negeri. Selain itu, terus dikembangkan melalui kerja sama dengan para
stakeholder secara berkesinambungan yang
bertujuan meningkatkan daya saing
sektor manufaktur nasional,” paparnya.

Salah satunya peran dari Balai Riset dan Standardisasi (Baristand)
Industri Surabaya.
Lembaga litbang ini fokus untuk memacu pengembangan industri elektronika dan
telematika.

“Apalagi industri elektronika menjadi satu dari lima
sektor manufaktur yang dipilih sebagai pionir dalam penerapan industri 4.0
sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0,” jelas Kepala Baristand
Industri Surabaya, Siti Rohmah Siregar.

Siti menyampaikan, sektor-sektor yang mendapat prioritas
pengembangan di era industri 4.0,
telah
memiliki kesiapan dan berpotensi memberikan daya ungkit yang paling besar
tehadap capaian aspirasi yang telah ditetapkan.

“Aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia masuk
dalam jajaran 10 negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun
2030,” imbuhnya.

Kemenperin mencatat, jumlah industri elektronika
di Indonesia
sebanyak
67
perusahaan
pada tahun 2017 atau
tumbuh dibanding
tahun sebelumnya
yang
mencapai
57 perusahaan.
Tahun ini,
diproyeksi ada peningkatan
investasi, sehingga
populasinya akan bertambah hingga
72
perusahaan.

Sementara itu, total penyerapan tenaga kerja di industri
elektronika pada tahun 2017 sebanyak 202 ribu orang, naik dibanding tahun 2016
yang mencapai 185 ribu orang dan tahun 2015 sekitar 164 ribu orang
.

Pada
tahun 2030, sasaran Indonesia mampu membangun kemampuan industri elektronika
lokal untuk
menjadi manufaktur
komponen lanjutan
atau
menghasilkan produk bernilai tambah tinggi sehingga dapat mengurangi impornya,”
ungkap Siti
.

Adapun lima
kegiatan Baristand Industri Surabaya yang menghasilkan litbang unggulan, yakni membuat
otomasi pemutus tegangan puncak jala-jala listrik pada pengujian plug discharge
SNI IEC 60335. Alat ini digunakan sebagai alat bantu pengujian tegangan sisa (plug discharge) yang berupa alat pemutus
tegangan peranti ketika di puncak gelombang sinusnya.

Kedua, melakukan rekayasa pembuatan shielding interferensi elektromagnetik dari limbah industri dari nikel dan tembaga. Alat ini berfungsi untuk mengolah
pemanfaatan limbah
cair industri printed circuit board (PCB) khususnya
tembaga dan nike
l.

Ketiga, membuat alat pemantauan
suhu pada proses fermentasi tembakau dengan menggunakan platform Internet
of Things
(IoT). Keeempat, merancang sistem pemantauan parameter pH dengan menggunakan platform
IoT –
cloud.
Alat ini dapat mengirim data secara realtime, cepat, akurat dan dapat diakses dengan mudah.

Dan, kelima, merancang
bangun prototipe
penggerak hybrid (PV+Diesel) untuk kapal nelayan. Alat ini merupakan prototipe daya hybrid dengan menggabungkan sumber energi panas matahari dan diesel
yang digunakan untuk penggerak perahu nelayan sehingga dapat menekan konsumsi
bahan bakar minyak dengan tidak mengubah konstruksi kapal
.

Siti
menambahkan, dalam upaya penerapan industri 4.0, Baristand Industri Surabaya
sudah menjalankan
jasa
pelayanan teknis ke pelaku industri dengan menggunakan teknologi informasi.
Misalnya, ketika
penerimaan
sampel uji bisa langsung masuk ke sistem informasi laboratorium.

“Sistem informasi kami ini sudah menerima penghargaan Top Inovasi 99 dari
Kementerian PAN dan RB,” ujarnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Hadirkan Saham AS, Kini Diversifikasi Aset Lebih Praktis di Satu Aplikasi Valbury

Perusahaan pialang berjangka, Valbury Asia Futures (Valbury) memulai langkah di awal 2026 ini dengan memperkuat layanan multi aset di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img